PENGARUH PUBLIKASI DIVIDEN TERHADAP REAKSI HARGA SAHAM DAN VOLUME PERDAGANGAN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya pasti membutuhkan dana. Pemenuhan dana perusahaan dapat diperoleh dari sumber dana intern dan juga sumber dana ekstern. Sumber dana intern adalah dana yang diperoleh dari dalam perusahaan. Sedang sumber dana ekstern yaitu dana yang sdiperoleh dari luar perusahaan seperti misalnya pernyataan modal melalui penjualan saham dan penjualan obligasi, dan kredit dari bank. Perusahaan akan menawarkan saham kepada masyarakat melalui bursa atau pasar modal. Pasar modal dapat berperan sebagai alat untuk mengalokasikan sumber daya ekonomi secara optimal. Modal yang diperoleh dari pasar modal selain lebih mudah memperolehnya juga biaya untuk memperoleh modal tersebut lebih murah. Pasar modal merupakan salah satu tempat bagi para investor untuk menginvestasikan modal dengan harapan akan memperoleh imbalan berupa return atas investasinya. Untuk memperoleh return yang diharapkannya maka setiap investor harus mempertimbangkan beberapa aspek penting perusahaan (emiten) dimana investor menanamkan modalnya (membeli surat berharga dari emiten tersebut) baik keuangan maupun non keuangan, yang dapat mempengaruhi besar kecilnya tingkat perolehan return. Diantara surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal, saham adalah jenis surat berharga yang paling dikenal masyarakat. Tujuan dari investor menanamkan modalnya dalam bentuk saham yaitu untuk memaksimalkan kekayaan, yang didapat dari dividen atau capital gain saat saham tersebut dijual. Mereka pun harus siap menghadapi bila hal sebaliknya terjadi, di sisi lain pihak manajemen perusahaan juga berusaha memaksimalkan kesejahteraan shareholder melalui kewenangan yang diberikan dalam membuat keputusan. Memang banyak sumber dana yang telah dikenal, yang dapat dimanfaatkan untuk membiayai suatu investasi. Namun, pasar modal dapat digolongkan sebagai sumber pembiayaan modern, karena ada sumber pembiayaan tradisional. Sesudah pasar modal, memang berkembang sumber-sumber pembiayaan lain, seperti ventura gain (modal ventura) dan factoring. Akan tetapi sumber-sumber pembiayaan yang disebut belakangan, belum disambut seperti pasar modal dalam arti pemanfaatannya belum seluas pasar modal. Pasar modal banyak disukai karena mempunyai daya tarik, yang pertama pasar modal diharapkan ini akan bisa menjadi alternatif penghimpun dana selain sistem perbankan dan yang kedua adalah pasar modal memungkinkan para pemodal mempunyai berbagai pilihan investasi yang sesuai dengan preferensi mereka (Husnan, 1996: 4-5). Daya tarik ini tidak hanya bagi perusahaan yang listed saja, namun juga bagi para investor, karena itulah peranan pasar modal dalam suatu negara sangatlah penting. Dengan adanya pasar modal, perusahaan tidak lagi perlu mengatasi dana karena posisi yang dianggap tidak aman dapat diperbaiki dengan menarik dana dari masyarakat melalui pasar modal dengan menjual saham. Perkembangan pasar modal selain ditunjukkan oleh semakin banyaknya anggota bursa, juga ditunjukkan oleh adanya perubahan harga saham yang diperdagangkan itu sendiri. Kegairahan dan kelesuan aktivitas pasar modal dan pemodal dalam melakukan transaksi jual beli saham akan mempengaruhi perubahan harga saham. Perubahan harga saham ini dapat dipengaruhi oleh faktor perekonomian, kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perubahan publik yang tercermin dalam laporan keuangan, perilaku pemodal, situasi politik, dan kegiatan bursa efek itu sendiri. Oleh karena itu pemahaman akan harga saham sangatlah penting karena member informasi bagi pemodal (calon pemodal) dalam investasi saham. Aktivitas volume perdagangan saham digunakan untuk melihat apakah investor individual menilai pengumuman dividen informatif, dalam arti apakah informasi tersebut membuat keputusan perdagangan di atas normal. Ketidakpastian di pasar modal cukup tinggi, sehingga para investor dalam mengambil tindakan ekonomi haruslah menentukan portofolio investasi yang paling optimal untuk meminimalkan ketidakpastian yang dihadapinya sehubungan dengan investasi yang ditanamkannya. Untuk itu para investor memerlukan informasi untuk memilih waktu yang tepat guna menentukan apakah membeli, menjual, ataupun menahan suatu sekuritas. Keuntungan yang diperoleh investor bila menanamkan modalnya di pasar modal adalah dividen yang dibagikan oleh emiten dan capital gain. Para emiten membagikan dividen pada para pemegang saham sebagai balas jasanya. Besar kecilnya dividen yang dibagikan ini tergantung dengan laba yang dihasilkan oleh perusahaan emiten. Bila labanya cukup besar, maka dividen yang dibagikan juga besar, sedangkan bila laba kecil maka dividen yang dibagikan relatif kecil. Investor jangka panjang menyukai dividen, karena lebih pasti dan investasi yang dilakukan memerlukan waktu yang lebih lama. Tipe dari investor jangka panjang adalah investor tidak menyukai risiko tinggi dan memiliki kecenderungan untuk menghindari risiko. Saham-saham yang dipilihnya adalah saham-saham yang mempunyai prospek ke depan dalam jangka panjang yang lebih baik. Sementara investor jangka pendek lebih menyukai capital gain, karena dalam jangka waktu yang singkat dapat menghasilkan keuntungan, jadi capital gain dapat diperoleh setiap saat, namun risiko untuk mendapatkan kerugian sangatlah besar. Pasar modal bersifat efisien terhadap item informasi jika investor tidak mungkin memperoleh abnormal return yang lebih besar dari return yang diharapkan investor dalam suatu investasi pada kondisi normal. Peristiwa atau event yang dipilih adalah publikasi atau pengumuman dividen. Publikasi dividen yang dibagikan dianggap sebagai informasi yang cukup penting karena mengandung muatan informasi yang berkenaan dengan prospek keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dimasa yang akan datang. Pengumuman dividen dianggap memiliki kandungan informasi apabila pasar bereaksi pada saat pengumuman tersebut diterima pasar. Banyak penelitian yang dilakukan untuk melihat apakah publikasi dividen menyebabkan terjadinya reaksi pasar. Bandi dan Jogiyanto Hartono (2000) menguji pengaruh pengumuman dividen pada reaksi harga dan volume dan seberapa jauh pengumuman dividen yang besar pada volume tetapi kecil pada harga dan sebaliknya. Kesimpulan dari penelitian tersebut antara lain: reaksi harga dan volume perdagangan secara statistik terjadi secara dependen dan hubungan antara reaksi harga dan volume perdagangan lebih dekat pada dependensi daripada keeratan hubungan keduanya, pengumuman dividen menghasilkan reaksi volume berbeda dengan reaksi harga. Rini Hidayah dan Hanung Triatmoko (2000) meneliti tentang pengaruh pengumuman perubahan dividen terhadap volume perdagangan saham dan variabilitas tingkat keuntungan saham, dan menyimpulkan bahwa secara keseluruhan tidak terdapat information content atas pengumuman perubahan dividen. Titi Sri Haryanti (2002) meneliti mengenai pengaruh pengumuman dividen terhadap perubahan volume perdagangan dan perubahan harga saham, dan hasilnya menyatakan bahwa peristiwa pengumuman dividen yang dipublikasikan perusahaan publik berpengaruh secara signifikan terhadap volume perdagangan dan perubahan harga saham. Krisnhoe Rachmi Fitrijati, Sukirman, Choeruddin (2005) meneliti pengaruh pengumuman perubahan dividen terhadap harga saham, dan menyatakan jika secara keseluruhan pengumuman dividen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.
Sumber : http://etd.eprints.ums.ac.id/3300/1/B200050346.pdf
PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN-PERUSAHAAN OTOMOTIF DI BURSA EFEK JAKARTA
Pembiayaan merupakan salah satu fungsi perusahaan yang penting bagi keberhasilan usaha suatu perusahaan. Dikatakan penting karena fungsi inilah yang melakukan usaha untuk mendapatkan dana. Baik perusahaan besar maupun kecil membutuhkan dana untuk menjalankan kegiatan usahanya. Dana yang dibutuhkan bisa diperoleh baik melalui pembiayaan dari dalam perusahaan (in- ternal financing) maupun pembiayaan dari luar perusahaan (external financing). Sumber pembiayaan eksternal diperoleh perusahaan dengan melakukan pinjaman kepada pihak lain atau menjual sahamnya kepada masyarakat (go public) di pasar modal. Sedangkan sumber pembiayaan modal in- ternal adalah berupa pemanfaatan laba yang ditahan (retained earnings), yaitu laba yang tidak dibagikan sebagai dividen. Keuntungan yang diperoleh perusahaan tidak seluruhnya digunakan untuk keperluan pendanaan operasionalnya. Perusahaan harus memeriksa relevansi antara laba yang ditahan untuk diinvestasikan kembali (retained earning to be re- invested) dengan laba yang dibagikan kepada para pemegang sahamnya dalam bentuk dividen (re- venue that divided to the share holders as di- vided). Pertumbuhan perusahaan dan dividen adalah kedua hal yang diinginkan perusahaan tetapi sekaligus merupakan suatu tujuan yang berlawanan. Untuk mencapai tujuan tadi perusahaan menetapkan kebijakan dividen yaitu kebijakan yang dibuat oleh perusahaan untuk menetapkan proporsi pendapatan yang dibagikan sebagai dividen yang dibayar, bearti semakin sedikit laba yang dapat ditahan dan sebagai akibatnya ialah menghambat tingkat pertumbuhan laba dan harga sahamnya. Sebaliknya, kalau perusahaan ingin menahan sebagian besar labanya tetap di dalam perusahaan berarti bagian dari laba yang tersedia untuk pembayaran dividen adalah semakin kecil. Akibatnya, dividen yang di terima pemegang saham atau investor bisa dan tidak sebanding dengan risiko yang mereka tanggung. Kebijakan dividen sangat penting karena mempengaruhi kesempatan investasi perusahaan, harga saham, struktur finansial, arus pendanaan dan posisi likuiditas. Dengan perkataan lain, kebijakan dividen menyediakan informasi mengenai performa (performance) perusahaan. Oleh karena itu, masing-masing perusahaan menetapkan kebijakan dividen yang berbeda-beda, karena kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan otomotif dalam membayar dividen kepada para pemegang sahamnya, maka perusahaan mungkin tidak dapat mempertahankan dana yang cukup untuk membiayai pertumbuhannya di masa mendatang. Sebaliknya, maka saham perusahaan menjadi tidak menarik bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan otomotif harus dapat mempertimbangkan antara besarnya laba yang akan ditahan untuk mengembangkan perusahaan otomotif. Untuk itu, peranan seorang manajer keuangan sangat penting dalam memutuskan apakah kebijakan yang diambil oleh perusahaan baik bagi nilai perusahaan dimasa mendatang di mata para investor. Pokok perhatian penulis adalah apakah kebijakan dividen yang dijalankan oleh perusahaan berpengaruh terhadap harga saham perusahaan, mengingat laba yang diperoleh perusahaan otomotif selain diberikan kepada pemegang saham sebagai dividen, dapat juga ditahan untuk diinvestasikan kembali. Kebijakan dividen yang menghasilkan tingkat dividen yang semakin bertambah dari tahun ke tahun akan meningkatkan kepercayaan para investor, dan secara tidak langsung memberikan informasi kepada para investor bahwa kemampuan perusahaan perbankkan dalam menciptakan laba perusahaan semakin meningkat. Informasi yang demikian akan mempengaruhi permintaan dan penawaran saham perusahaan di pasar modal, yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap harga saham perusahaan.
Sumber : http://vikingblack.files.wordpress.com/2009/05/kebijakan-deviden-skrips.pdf
Perancangan sistem informasi akuntansi pada Rumah Sakit Umum daerah Karanganyar sebagai
badan layanan umum (BLU)
Izzi Safir
ABSTRAKSI Salah satu agenda reformasi keuangan negara dengan adanya pergeseran dari penganggaran
tradisonal menjadi penganggaran berbasis kinerja, salah satunya dengan dikeluarkannya PP No. 23 tahun
2005 tentang pelaksanaan BLU, membuat Rumah Sakit harus berbenah untuk menyesuaikan dalam
pelaksanaan operasionalnya harus dengan prinsip efisiensi dan praktek bisnis yang sehat sebagaimana
tercantum pada tujuan pembentukan Badan Layanan Umum. Adanya reformasi tersebut, maka perlu dibuat
suatu rancangan Sistem Informasi Akuntansi yang mampu mengakomodasi adanya PP No.23 tahun 2005
tentang BLU. Sehingga dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut: “Sistem Informasi Akuntansi
seperti apakah yang dapat diterapkan pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karanganyar sebagai
instansi pemerintah untuk menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum” Pada penelitian
ini, pembahasan dibatasi pada: (1) System Planning, (2) System Analysis, dan (3) System Design. Pada
Tahap system design akan dilakukan pengembangan dan perancangan sistem informasi akuntansi yang
meliputi kegiatan perancangan output, input, proses dan file. Pengembangan tersebut mengacu pada sistem
yang telah berjalan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karanganyar, sampai dengan saat penelitian
dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus, yang memfokuskan penelitian pada obyek
secara mendalam dengan membahas berbagai latar belakang persoalan yang menyelimutinya. Teknik
analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis dengan menggunakan metode kualitatif, yaitu metode
analisis data dengan menggunakan data-data kualitatif atau data-data yang berupa keterangan. Dalam
perancangan Sistem Informasi menggunakan pendekatan System Development Life Cycle (SDLC) dengan
menggunakan bantuan alat analisis Data Flow Diagram (DFD) dan Flow Chart. Dari hasil analisis dapat
disimpulkan bahwa kondisi Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar adalah sebagai berikut: (1) Kurangnya
informasi keuangan yang up to date dan kontinyu baik yang bersifat keuangan maupun manajemen. Hal ini
terlihat dari laporan yang diterbitkan terlambat dan tidak kontinyu setiap akhir bulan. (2) Laporan-laporan
akuntansi per bidang dibuat terpusat yaitu pada bidang keuangan, baik laporan akuntansi keuangan maupun
manajemen. Hal ini berdampak pada sulitnya pemantauan biaya per bidang selama satu periode, (3) Belum
terdapat standar operasi dan prosedur yang baku untuk mengatur operasional organisasi. Saran-saran yang
dapat diberikan yaitu: (1) Setiap Bidang dan Sub Bidang yang terdapat pada Rumah Sakit perlu membat
laporan tersendiri, sehingga laporan dapat cepat, akurat dan tepat waktu; (2) Penerapan Badan Layanan
Umum bagi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karanganyar yang mensyaratkan penyelenggaraan
proses akuntansi keuangan dan proses akuntansi manajemen sebagai bentuk penerapan praktek bisnis
yang sehat.
ABSTRAKSI
PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN
SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN DALAM MENGENDALIKAN DAN
MENILAI KINERJA BAGIAN FINANCE PADA SBU MERPATI
MAINTENANCE FACILITY
Suatu perusahaan memerlukan pendelegasian tugas, wewenang, dan tanggung jawab
pada tiap tingkatan manajemen untuk dapat terus mempertahankan dan mengembangkan
kegiatan usahanya. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengendalian atas penggunaan
wewenang tersebut agar perilaku manajer tidak menyimpang dari tujuan perusahaan.
Dasar pemikiran akuntansi pertanggungjawaban adalah seorang manajer bertanggung
jawab atas permasalahan tertentu sehingga dapat memudahkan pengendalian terhadap
pendapatan dan biaya. Akuntansi pertanggungjawaban merupakan sistem yang mengukur
hasil-hasil yang dicapai oleh tiap pusat pertanggungjawaban menurut informasi yang
dibutuhkan oleh manajer untuk mengoperasikan pusat pertanggungjawaban masing-
masing. Dengan adanya akuntansi pertanggungjawaban, maka dihasilkan informasi yang
dapat digunakan sebagai dasar untuk menilai kinerja manajer. Informasi akuntansi yang
bersangkutan dengan pertanggungjawaban pelaksanaan wewenang disebut dengan
informasi akuntansi pertanggungjawaban. Informasi tersebut berguna sebagai alat
pengendalian dan penilaian kinerja manajer. Elemen-elemen dasar di dalam akuntansi
pertanggungjawaban antara lain responsibility center, chart of accounts classification,
budgeting system, control based reports serta a roll up reporting capability. Penyusunan
laporan bagi tiap tingkatan manajemen dapat memudahkan dalam mengendalikan biaya
yang bermanfaat untuk menilai kinerja manajer. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui penggunaan informasi akuntansi pertanggungjawaban sebagai alat bantu
manajemen dalam mengendalikan dan menilai kinerja bagian finance pada SBU Merpati
Maintenance Facility. Dari hasil analisis, akuntansi pertanggungjawaban pada SBU
Merpati Maintenance Facility secara konsep telah diterapkan sehingga pengendalian dan
penilaian kinerja dapat dilakukan secara optimal. Akan tetapi, untuk dapat lebih
memenuhi konsep akuntansi pertanggungjawaban maka perusahaan perlu melakukan
perluasan kode rekening dimana didalamnya terdapat kode jabatan yang merupakan pusat
pertanggungjawaban.
Kata Kunci: Akuntansi Pertanggungjawaban, Responsibility Center, Chart of Accounts
Classification, Budgeting System, Control Based Reports, A Roll Up Reporting
Capability, Pengendalian, Penilaian Kinerja.
Nama : Sudanto Adhiwibowo
NPM : 21207055
Kelas : 3EB08
Judul : ANALISIS KINERJA PRODUK REKSA DANA DENAN MENGGUNAKAN
NAB PER UNIT PADA PT. MANDIRI MANAJEMEN INVESTASI
Penulis : Retno Suwiyanti dan Liesda Muchtariany
Waktu penerbitan : 15 Maret 2010
Nama Majalah : UG Jurnal
Lembaga Penerbitan : Universitas Gunadarma
Volume & No Majalah : Volume 1 No.4
Komponen-Komponen
1. Pendahuluan
2. Landasan Teori
2.1 Mekanisme Kerja Reksa Dana
2.2 Keuntungan dan Resiko Investasi Melalui Reksa Dana
2.3 Perhitungan NAB Per Unit
3. Metode Penelitian
3.1 Menghitung Kinerja Total
3.2 Menghitung Index Kinerja Tolak Ukur
3.3 Menghitung Investasi Dengan Standar Deviasi
4. Pembahasan
4.1 Perubahan NAB Per Unit
4.2 Kinerja Seluruh Periode
4.3 Index Kinerja Reksa Dana
4.4 Mencari Tingkat Resiko Pada Mandiri Manajemen Investasi
4.5 Analisis Pengukuran Kinerja Reksa Dana
5. Kesimpulan
6. Daftar Pusaka
Termasuk Penelitian Terapan (APPLIED Research)
PENDAHULUAN
1.A LATAR BELAKANG MASALAH
Dewasa ini terutama di era modern seperti saat ini untuk melakukan aktivitas ekonomi terutama aktivitas transaksi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Mulai cara yang bersifat tradisionil hingga cara yang bersifat modern. Sebagai contoh aktivitas transaksi yang bersifat tradisionil seperti Barter. Barter yang mempunyai definisi sebagai suatu transaksi dimana pembeli menukar barang dengan penjual untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Tetapi seiringnya perkembangan zaman cara transaksi yang satu ini dinilai kurang praktis dan tidak efisien. Di zaman modern ini makin berkembangnya alat tukar menukar yang biasa di sebut dengan uang. Uang adalah suatu alat tukar menukar yang mempunyai nilai Nominal dan Nilai Intristik dimana untuk mendapatkannya harus dengan pengorbanan untuk mendapatkan alat transaksi ini. Uang dapat di tukar dengan barang yang diinginkan kepada pembeli sesuai dengan nilai uang yang ada pada masing masing uang tersebut. Tetapi seiringnya alat transaksi uang yang semakin banyak beredar kepada masyarakat, maka lembaga keuangan mengeluarkan alat transaksi yang disebut dengan Kartu Plastik atau Kartu Kredit. Kartu Plastik adalah suatu alat transaksi pengganti uang yang berwujud kartu plastik yang dapat dipergunakan untuk transaksi. Kartu Plastik ini dikeluarkan oleh bank atau lembaga bukan bank. Kartu plastik diberikan kepada nasabah untuk dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran. Disamping itu dengan kartu ini juga dapat di uangkan di tempat seperti di ATM (Automated Teller Machine). ATM biasanya tersebar di berbagai tempat yang strategis seperti di pusat perbelanjaan, hiburan dan perkantoran. Penggunaan kartu plastic di Indonesia masih relativ baru yaitu sekitar delapan puluhan. Keluarnya keputusan Mentri Keuangan No 1251/KMK/.013/1988 Tanggal 20 Desember telah mengubah peta penyebaran baru kartu plastik yang semakin luas. Berdasarkan surat keputusan tersebut bisnis kartu plastik di golongkan sebagai kelompok usaha jasa pembiayaan. Pelopor bank yang mengeluarkan Kartu Plastik di Indonesia dilakukan oleh Citibank dan Bank Duta. Bahkan dewasa ini jenis kartu plastic yang beredar semakin luas seperti Master Card, Visa Card, Dinner Club, Kassa Card dan Amex Card.
1.B TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasikan tentang Kartu Plastik mulai dari pihak-pihak yang terlibat sampai dengan pelayanan yang diberikan pada Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Kartu plastik yang kini menjadi suatu benda pengganti uang kartal yang dibutuhkan untuk nasabah dalam bertransaksi ataupun untuk mengambil sejumlah uang tunai di ATM merupakan suatu kebutuhan yang bersifat ekonomis bagi setiap pemegangnya.
1.C MANFAAT PENELITIAN
Manfaat dari penelitian ini diharapkan memberikan informasi tentang spesifikasi dan pengertian Kartu Plastik yang beredar di masyarakat. Kartu Plastik yang di keluarkan oleh Bank dan lembaga pembiayaan yang mempunyai peranan penting bagi tiap nasabah yang memegangnya dan mempunyai jenis-jenis yang berbeda pada tiap kartunya.
TINJAUAN PUSTAKA
2.A PIHAK PIHAK YANG TERLIBAT
Menurut Kasmir, SE., MM pihak-pihak yang terlibat dalam sistem kerja kartu kredit ada 3 pihak yang terlibat yaitu :
1.Bank atau perusahaan pembiayaan baik sebagai penerbit dan pembayar
2.Pedagang (Merchant), sebagai tempat belanja seperti Hotel, Super market, tempat hiburan dan tempat lain dimana bank mengikat perjanjian
3.Pemegang Kartu (Card holder) adalah nasabah yang namanya tertera dalam kartu tersebut dan yang berhak menggunakannya untuk berbagai keperluan transaksi.
2.B JENIS-JENIS KARTU KREDIT
Jenis jenis Kartu Kredit yang ada pada saat ini dilihat dari berbagai sisi adalah :
1.Dilihat dari segi fungsi
A.Change Card. Merupakan kartu kredit dimana pemegang kartu harus melunasi semua penagihan yang terjadi atas dirinya sekaligus pada saat jatuh tempo.
B.Credit Card. Adalah suatu system dimana pemegang kartu dapat melunasi penagihan yang terjadi atas dirinya sekaligus atau secara angsuran pada saat jatuh tempo. Pembayarannya dapat di cicil asal memenuhi ketentuan minimal pembayaran yang harus dipenuhi dan biasanya besarnya minimal 10% dari nilai tagihan.
C.Debit Card. Merupakan kartu kredit yang pembayaran atas penagihan nasabah melalui pendebitan atas rekening yang ada di bank d mana pada saat membuka kartu. Dengan pendebitan tersebut maka sejumlah uang nasabah yang sesuai dengan nominal transaksi akan berkurang dan di kreditkan kepda rekening pedagang tempat nasabah berbelanja.
D.Cash Card. Merupakan kartu yang berfungsi sebagai alat penarikan tunai pada ATM maupun langsung di Teller bank. Namun pembayaran cash ini tidak dapat dilakukan di luar Bank.
E.Check Guarantee. Merupakan kartu yang di gunakan sebagai jaminan dalam penarikan cek dan dapat pula di gunakan untuk menarik uang tunai.
2. Berdasarkan wilayah
A.Kartu Lokal. Merupakan kartu kredit yang hanya dapat di lakukan oleh suatu wilayah tertentu misalnya di seluruh wilayah Negara Indonesia. Contoh jenis kartu ini adalah Bank BCA.
B.Kartu Internasional. Kartu kredit yang dapat di lakukan lintas Negara atau dapat digunakan di seluruh Negara. Contoh kartu jenis ini adalah Visa Card, Master Crad dan lain-lain.
2.C SISTEM KERJA KARTU PLASTIK
Sistem kerja kartu plastik adalah dengan melibatkan pihak-pihak yang saling berkepentingan. Sistem kerja ini melibatkan pemegang kartu, perusahaan yang mengeluarkan kartu dan pihak pedagang. Sistem kerja kartu plastik mulai dari permohonan penerbitan kartu , transaksi pembelanjaan dengan penagihan yang dilakukan oleh lembaga pembayar dapat di jelaskan sebaga berikut.
1.Nasabah mengajukan permohonan sebagai pemegang kartu dengan memenuhi segala peraturan yang telah di buat.
2.Bank akan menerbitkan kartu apabila di setujui setelah melalui penelitian terhadap kredibilitas dan capabilitas calon nasabah kemudian diserahkan ke nasabah.
3.Dengan kartu yang sudah disetujui pemegang kartu berbelanja di suatu tempat dengan bukti pembayaran.
Apabila nasabah pemegang kartu melakukan transaksi maka sistem kerja penagihannya adalah sebagai berikut :
1.Pemegang kartu melakukan transaksi dengan menunjukan kartu dan menandatangani bukti transaksinya.
2.Pihak pedagang akan menagihkan ke bank atau lembaga pembiayaan berdasarkan bukti transaksinya dengan nasabah.
3.Bank dan lembaga pembiayaan akan membayar kembali kepada merchant sesuai dengan perjanjian yang telah mereka sepakati.
4.Bank atau lembaga pembiayan akan menagihkan ke pemegang kartu berdasarkan bukti pembeliaan sampai batas waktu tertentu.
5.Pemegang kartu akan membayar jumlah nominal yang tertera sampai batas waktu yang telah di tentukan dan apabila terjadi keterlambatan maka nasabah akan di kenakan bunga dan denda.
Jika permohonan kartu kredit nasabah disetujui, pihak penerbit kartu kredit akan menentukan credit limit kartu pada nasabah. Credit limit adalah jumlah maksimum yang dapat Anda gunakan dalam bertransaksi dengan menggunakan kartu tersebut. Tiap penerbit kartu kredit memiliki kebijakan yang berbeda dalam menentukan credit limit atas setiap kartu kredit yang diterbitkan.
Hal-hal yang mempengaruhi penentuan credit limit, antara lain:
- Pendapatan bulanan
- Pinjaman saat ini (dari kartu kredit lain, kredit mobil, dan lain-lain)
- Lama tinggal di alamat yang sekarang
- Kepemilikan rumah
- Jumlah permohonan kartu kredit yang pernah dilakukan
- Jumlah kredit yang diperlukan
Nasabah dapat meminta penerbit kartu kredit untuk menaikkan credit limit kartu nasabah. Keputusan menaikkan credit limit tergantung kepada situasi keuangan nasabah secara keseluruhan. Nasabah mungkin bisa mendapatkan credit limit yang lebih tinggi jika persentase penggunaan credit limit yang tersedia menunjukkan nasabah membutuhkan credit limit yang lebih tinggi, selalu membayar tepat waktu, pendapatan meningkat, dan/atau nasabah selalu membayar lebih dari pembayaran minimum atau membayar tagihan penuh.
2.D CARA KERJA KARTU KREDIT
Setelah bank menyetujui kartu kredit yang anda ajukan, bank akan memberikan PIN sama seperti anda menerima kartu ATM dari bank. Saat nasabah berbelanja di toko, mall, dan lain-lain- yang di akui oleh bank penerbit sebagai rekanan (merchant), kartu tersebut sudah bisa digunakan. Merchant memiliki alat verifikasi elektronik yang bisa mengidentifikai kartu kredit yang digunakan apakah masih berlaku atau tidak, limit dari transaksi yang di izinkan, data ini didapat dari pita magnetik yang berada di belakang kartu kredit. Jika masih berlaku transaksi dilanjutkan. Pemegang kartu memasukan PIN yang diterima dari bank penerbit, transaksi berjalan dan anda tinggal menunggu tagihan dari bank penerbit kartu.
2.E BAGIAN-BAGIAN KARTU KREDIT
Kartu kredit adalah suatu bagian penyelesaian transaksi ritel berupa kartu yang terbuat dari plastik. Penerbit kartu kredit (Bank) merupakan penjamin dari transaksi yang dilakukan oleh konsumen (pembeli) pada penjual (merchant). Kartu kredit sebagai sarana untuk transaksi tentu dilengkapi dengan berbagai alat identifikasi. Bagian depan kartu kredit terdiri dari nama bank sebagai penerbit, nomor kartu, logo kartu, nama pemegang kartu dan masa berlaku kartu kredit.
Bagian belakang kartu kredit di lengkapi dengan pita magnetik yang di sebut dengan magstripe. Pita magnetik terdiri dari batangan magnet dalam ukuran mili yang disusun sejajar sepanjang kartu.
2.F KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN KARTU KREDIT
Bagi nasabah pemegang kartu dengan memiliki kartu kredit, baik yang di keluarkan oleh bank maupun oleh lembaga pembiayaan diharapkan akan memberikan berbagai keuntungan. Demikian pula bagi lembaga penerbit kartu kredit dalam setiap transaksi akan memberikan berbagai keuntungan kepada berbagai pihak walaupun dalam praktiknya juga kerugiannya.
Adapun keuntungan yang diperolehnya antara lain :
1.Keuntungan bagi bank atau lembaga pembiayaan.
a.Iuran tahunan yang dikenakan kepada setiap pemegang kartu. Perolehan iuran ini sangat besar setiap tahunnya. Untuk contohnya jika sebuah bank memiliki 1.000.000 pemegang kartu kredit dengan iuran Rp 150.000 pertahun, maka uang yang diperoleh dari iuran itu saja berjumlah Rp 150.000.000.000 per tahun. Dengan demikian semakin banyak pemegang kartu maka semakin banyak pula iuran yang akan diperolenya.
b.Bunga yang dikenakan pada saat berbelanja. Masih dengan contoh diatas jika nasabah berbelanja atau mengamil uang tunai sebesar Rp 100 Miliar per bulan dan di anggap 60% saja (berarti Rp 60 miliar terkena bunga) dari nasabah tersebut trlambatmelakukan pembayaran maka akan dikenakan bunga sekitar 2.5% sampai 5% perbulan. Dan kita anggap nasabah akan dikenakan bunga 3% saja maka penghasilan dari bunga adalah 3% X 60 Miliar sama dengan 1,8 Miliar perbulan atau Rp 2,1 Miliar pertahun dan semakin besar yang menunggak berate semakin banyak perolehan bunganya.
c.Biaya administrasi yatu biaya yang dibebankan kepada setiap pemegang kartu yang akan menarik uang tunai di ATM.
d.Biaya denda terhadap keterlambatan pembayaran disamping bunga.
2.Keuntungan bagi pemegang kartu antara lain
a.Kemudahan berbelanja dengan cara kredit jadi nasabah tidak perlu membawa uang cash untuk melakukan transaksi.
b.Kemudian memperoleh uang tunai selama 24 jam dan 7 hari dalam seminggu di berbagai tempat, sehingga memudahkan unuk memenuhi keperluan uang tunai yang mendadak
c.Bagi sebagian pelanggan memegang kartu kredit memberikan kesan bonafiditas, sehingga memberikan kebanggaan tersendiri.
3.Bagi pedagang (merchant)
a.Dapat meningkatkan omset penjualan, hal ini disebabkan adanya minimal pembelanjaan serta akibat pemegang kartu merasa tidak membayar uang tunai sehinga menggunakan sekehendaknya, maka biasanya pemegang kartu boros melkukan transaksi.
b.Sebagai bentuk pelayanan yang diberikan kepada para pelanggannya, sehingga pelanggan selalu kembali untuk melakukan hal yang sama secara berulang ulang
c.Dan lain lain
Disamping bank card juga mengandung beberapa kerugian jika tidak secara berhati hati. Kerugian memang suatu resiko yang pasti ada setiap ada kegiatan bisnis. Kerugian tersebut tidak hanya monopoli bank atau lembaga pembiayaan akan tetapi juga bagi si pemegang kartu.
Kerugian yang dimaksud antara lain adalah :
1.Kerugian bagi bank dan lembaga pembiyaan
Jika terjadi kemacetan pembayaran oleh nasabah yang berbelanja sulit untuk di tagih mengingat persetujuan penerbitan kartu kredit biasanya tanpa jaminan benda benda berharaga sebagaimana layaknya kredit. Bahkan jaminan hanya dengan jaminan bukti penghasilan saja sudah cukup untuk memperoleh kartu kredit
2.Kerugian bagi nasabah pemegang kartu
Biasanya nasabah agak boros dalam berbelanja, hal ini karena nasabah merasa tidak akan mengeluarkan uang tunai untuk berbelanja sehingga kadang-kadang ada hal yang sebetulnya tidak perlu, di belikan juga. Kemudian kerugian nasabah disebabkan karena sebagian merchant membebankan biaya tambahan unyuk setiap kali transaksi. Kerugian lainnya adalah limit yang diberikan terkadang terlalu kecil.
2.G PERSYARATAN PEMEGANG KARTU
Persyaratan untuk memperoleh kartu plastik tergantung bank atau lembaga pembiayaan yang mengeluarkannya. Namun secara umum persyaratan yang disyaratkan hampir tidak jauh berbeda antar satu dengan lembaga lainnya.
Adapun persyaratan untuk memperoleh kartu kredit secara umum adalah:
1.Nasabah mengajukan permohonan dengan mingisi formulir permohonan yang sudah disiapkan oleh lembaga penerbit.
2.Nasabah melangkapi persyaratan yang dipersyaratkan seperti :
a.Menyerahkan foto copy bukti diri seperti KTP
b.Menyerahkan slip gaji atau surat keterangan penghasilan
3.Pihak bank atau lembaga pembiyaan akan melakukan penelitian langsung ke alamat calon pemegang kartu dan lewat telepon. Tujuan penelitian ini untuk melihat kebenaran data yang telah dibuat. Penelitian ini di tujukan ke lembaga lain untuk melihat daftar black list nasabah.
4.Pihak bank atau lembaga pembiayaan akan menyetujui penerbitan kartu jika dari hasil penelitian di anggap layak dan mengirimkan kartu tersebut kepada nasabah.
2.H PELAYANAN ATM
Salah satu sarana yang memegang peranan penting dalam penggunaan kartu kredit adalah Automated Teller Machine (ATM). Dewasa ini ATM adalah merupakan kebutuhan untuk sebagian masyarakat untuk mengambil uang kash tanpa harus melalui kantor bank terlebih dahulu. Kini ATM pun sudah dapat di temuai di pinggir-pinggir jalan. Ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat akan uang tunai dalam keadaan darurat. Selain itu kini beberapa ATM sudah menerapkan system berbasis ATM bersama dimana nasabah yang ingin mengambil uang kash tidak harus dengan Bank yang sesuai dengan ATMnya. Cukup dengan mencari logo atau stiker “ATM BERSAMA” maka nasabah dapat menarik uang tunai di bank yang tidak sesuai dengan ATMnya. ATM ini merupakan mesin yang dapat melayani kebutuhan nasabah secara otomatis secara 24 jam dan 7 hari dalam seminggu termasuk hari libur. Pengertian ATM dewasa ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Anjungan Tunai Mandiri.
Pelayanan yang dapat diberikan ATM antara lain :
1.Penarikan tunai. Dalam hal ini jumlah penarikan di batasi kepada jumlah tertentu tergantung dari limit yang diberikan. Kemudian jumlah penarikan dalam satu mesin ATM pun dibatasi.
2.Dapat digunakan sebagai tempat untuk memesan buku cek dan BG.
3.Dapat digunakan sebagai tempat untuk meminta rekening Koran.
4.Dapat digunakan sebagai tempat untuk mengecek saldo rekening nasabah.
5.Dan pelayanan lainnya.
Sedangkan manfaat lain yang dapat diberikan ATM selain point diatas adalah :
1.Praktis dan efisien dalam pelayanannya
2.Pengoprasian ATM relative mudah
3.Melayani 24 jam termasuk hari libur
4.Menjamin keamanan dan privacy
5.Memungkinkan mengambil uang tunai lebih dari 1 kali sehari
DAFTAR PUSAKA
Bank dan Lembaga keuangan. Kasmir,SE.,MM
http://itindo.blogspot.com/2009/01/cara-kerja-kartu-kredit.html
http://www.citibank.co.id/portal/usewisely/bahasa/credit_limit.htm
In this modern day, especially in global moving, many brands in
Many companies have a recourceful ness to get a handsome windfall with the least risky. One of recourceful ness is using English Trend in every product. And many Companies belive that their product in English can augment their income. The other trick why some companies use English trend for their product “costumer can tempted with product which using English”. Many costumers believe if their buy a product with English brand, they can join in global moving and many companies admitted it. Many companies avoid for misuse in an English language in their products. In order that the companies search for a proper brand name. So that the products can get a lot of costumers.
Many of companies have to continuously keep their quality product. Not only using an English language for their product but also the companies have to keep their products. There are some of products which using English in their brands.
The first is Mount Tea Green Tea. Mount tea is a tea product from tea garden in Sukabumi. Why it not called “teh gunung hijau..??”. I believe the companies use English brand to get a renowned tea brand and augment their income. The mount tea companies realize since their product use English brand, the companies get a handsome windfall and moint tea can renowned in
The second is California Fried Chicken (CFC). CFC is a fast food companies from
The third example is JAK CARD from DKI Bank. Jak card is one of product from DKI bank. It used for buy a busway ticket, so that the passangers don’t have to buy a busway tricket with cash money. Why it called Jak Card…?? Why not “Kartu Jak…??”. I think DKI bank use this name to regain renowned in
The Fourth example is Timezone. Timezone is a game zone companies which have a lot of branch in many malls in mkany cities. Timezone have a some games. For
The fifth example is 21 (Twenty one) Cineplex. Why it not called “Bioskop Dua Satu…??”. 21 cineplex is a theatre which show a hot up date hot movie. It show Indonesian movie and international movie. 21 Cineplex have many branch in many cities in
In summary, A trend with English in
In this modern day, especially in global moving, many brands in
Many companies have a recourceful ness to get a handsome windfall with the least risky. One of recourceful ness is using English Trend in every product. And many Companies belive that their product in English can augment their income. The other trick why some companies use English trend for their product “costumer can tempted with product which using English”. Many costumers believe if their buy a product with English brand, they can join in global moving and many companies admitted it. Many companies avoid for misuse in an English language in their products. In order that the companies search for a proper brand name. So that the products can get a lot of costumers.
Many of companies have to continuously keep their quality product. Not only using an English language for their product but also the companies have to keep their products. There are some of products which using English in their brands.
The first is Mount Tea Green Tea. Mount tea is a tea product from tea garden in Sukabumi. Why it not called “teh gunung hijau..??”. I believe the companies use English brand to get a renowned tea brand and augment their income. The mount tea companies realize since their product use English brand, the companies get a handsome windfall and moint tea can renowned in
The second is California Fried Chicken (CFC). CFC is a fast food companies from
The third example is JAK CARD from DKI Bank. Jak card is one of product from DKI bank. It used for buy a busway ticket, so that the passangers don’t have to buy a busway tricket with cash money. Why it called Jak Card…?? Why not “Kartu Jak…??”. I think DKI bank use this name to regain renowned in
The Fourth example is Timezone. Timezone is a game zone companies which have a lot of branch in many malls in mkany cities. Timezone have a some games. For
The fifth example is 21 (Twenty one) Cineplex. Why it not called “Bioskop Dua Satu…??”. 21 cineplex is a theatre which show a hot up date hot movie. It show Indonesian movie and international movie. 21 Cineplex have many branch in many cities in
In summary, A trend with English in
