Tugas 9 : PERENCANAAN DAN KENDALI MANAJEMEN

Perencanaan dan kendali manajemen sangat penting bagi perusahaan, dalam hal ini perusahaan multinasional. Namun, pengurangan dalam hambatan perdagangan nasional terus menerus, mata uang yang mengambang, resiko kedaulatan, pembatasan terhadap pengirim dana lintas batas nasional, perbedaan dalam system pajak nasional, perbedaan tingkat suku bungan dan pengaruh harga komoditas dan ekuitas yang berubah-ubah terhadap aktiva, laba, dan biaya modal perusahaan merupakan variable yang memperumit keputusan manajemen. Persaingn global dan cepatnya penyebarn informasi mendukung semakin sempitnya perbedaan nasional dalam praktek akuntansi manajemen. Tekanan tambahan mencakup antara lain perubahan pasar dan teknologi, pertumbuhan privatisasi, insentif biaya, dan kinerja serta koordinasi operasi global melalui joint venture dan kaitan strategis lainnya.
Perusahaan dalam melakukan kendali manajemen memerlukan alat perencanaan yang dapat mengidentifikasi factor-faktor yang relevan di masa depan, pemindaian terhadap lingkungan eksternal dan internal. Alat tersebut membantu perusahaan dalam mengenali kesempatan dan tantangan yang ada. Salah satu alat tersebut adalah analisis WOTS-UP yang menyangkut kekuatan dan kelemahan perusahaan yang berkaitan dengan lingkungan operasi perusahaan. Akuntan juga dapat membantu para perencana perusahaan untuk memperoleh data yang bermanfaat dalam keputusan perencanaan strategis.
Kemudian, keputusan untuk melakukan investasi luar negeri merupakan elemen yang sangat penting dalam strategi global sebuah perusahaan multinasional. Resiko investasi diikuti oleh lingkungan yang asing, rumit, dan senantiasa berubah. Perencanaan formal merupakan suatu keharusan dan umumnya dilakukan dalam suatu kerangka penganggaran modal yang membandingkan manfaat dan biaya investasi yng diusulkan. Perbedaan dalam hokum pajak, system akuntansi, laju inflasi, resiko nasionalisasi, kerangka mata uang, segmentasi pasar, pembatasan dalam pengalihan laba ditahan dan perbedaan dalam bahasa dan budaya menambah unsur-unsur kerumitan yang jarang ditemui dalam lingkungan domestic. Adaptasi (penyesuaian) oleh perusahaan multinasional atas model perencanaan investasi tradisional telah dilakukan dalam tiga bidang pengukuran: (1) menentukan pengembalian yang relevan untuk investasi multinasional, (2) mengukur ekspektasi arus kas, dan (3) menghitung biaya modal perusahaan multinasional.
Seorang manajer harus menentukan tingkat pengembalian yang relevan untk mengalisis kesempatan investasi asing. Namun, tingkat pengembalian yang relevan merupakan masalah sudut pandang: proyek luar negeri atau induk perusahaan. Pengembalian dari dua sudut pandang ini dapat berbeda secara signifikan karena beberapa hal: (1) pembatasan oleh pemerintah atas repatriasi laba dan modal, (2) biaya izin, royalt, dan pembayaran lain yang merupakan laba bagi induk perusahaan namun merupakan beban bagi anak perusahaan, (3) perbedaan laju inflasi nasional, dan (4) perubahan kurs valuta asing, dan (5) perbedaan pajak. Manajer keuangan harus memenuhi banyak tujuan dengan memberikan respons kepada kelompok investor dan noninvestor di organisasi dan di lingkungannya. Jika siatu investasi asing tidak menjanjikan pengembalian yang telah disesuaikan resiko yang nilainya lebih dari pengembalian yang diperoleh pesaing local, maka pemegang saham induk perusahaan akan lebih baik untuk berinvestasi langsung di perusahaan local.
Bagi manajer perusahaan multinasional, mengukur ekspektasi arus kas suatu investasi asing merupakan hal yang cukup menantang. Perkiraan penerimaan didasarkan pada proyeksi penjualan dan pengalaman antipasti penagihan. Beban operasi dan pajak local juga sama-sama diramalkan. Namun demikian, terdapat tambahan kerumitan yang harus dipertimbangkan:
- arus kas proyek vs induk perusahaan
- arus kas induk perusahaan yang terkait dengan pendanaan
- pendanaan yang bersubsidi
- resiko politik
Proses ini juga harus mempertimbangkan pengaruh perubahan dan fluktuasi nilai mata uang atas ekspektasi pengembalian mata uang asing.
Sumber utama arus kas induk meliputi pinjaman dari induk perusahaan, dividen, biaya lisensi, beban overhead, royalty, harga transfer untuk pembelian dari atau penjualan kepada induk perusahaan, dan estimasi nilai akhir proyek. Pengukuran arus kas ini memerlukan pemahaman atas perbedaan akuntansi nasional, kebijakan repatriasi pemerintah, laju inflasi, dan kurs potensial masa depan serta perbedaan pajak.
Perbedaan dalam prinsip akuntansi menjadi relevan jika manajer keuangan bergantung pada laporan keuangan pro forma dengan dasar local ketika mengestimasikan arus kas masa depan. Apabila aturan pengukuran yang digunakan untuk menyusun akun-akun ini berbeda dari aturan yang digunakan di Negara asal induk perusahaan, maka dapat terjadi perbedaan dalam estimasi arus kas.
Penyusunan system informasi seluruh dunia milik suatu perusahaan merupakan hal krusial dalam mendukung strategi perusahaan, termasuk proses perencanaan. Keadaan geografi, komunikasi informasi secara formal umumnya menggantikan kontak pribadi antara manajer operasi local dengan manajer kantor pusat. Perkembangan dalam teknologi informasi seharusnya mengurangi, tetapi tidak akan menghilangkan sama sekali kerumitan ini. Rancangan system berpengaruh pada keberhasilan yang dicapai:
1. penyebaran rendah dengan sentralitas yang tinggi, digunakan oleh organisasi yang lebih kecil dengan operasi bisnis internasional yang terbatas, dan system informasi domestic yang mendominasi kebutuhan.
2. penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang rendah, digunakan oleh perusahaan multinasional dengan operasi di wilayah geografis yang berbeda-beda.
3. penyebaran yang tinggi dengan sentralitas yang tinggi, dijalankan oleh perusahaan dengan aliansi strategi di seluruh dunia.
Akuntansi manajemen mempersiapkan sejumlah informasi untuk manajemen perusahaan mulai dari pengumpulan data hingga laporan likuiditas dan ramalan operasional berupa berbagai jenis pengeluaran beban. Factor-faktor lingkungan juga mempengaruhi penggunaan informasi yang dihasilkan secara internal. Misalnya pengaruh budaya. Budaya yang tidak nyaman dengan ketidakpastian dan ambiguitas cenderung untuk lebih siap menerima teknologi informasi dibandingkan mereka yang tidak nyaman. Factor translasi juga mempengaruhi penggunaan informasi yang dihasilkan. FAS No 52 mewajibkan penggunaan metode translasi temporal ketika melakukan translasi akun-akun perusahaan afiliasi luar negeri yang berada dalam lingkungan berafiliasi tinggi. Meskipun demikian, ketentuan tersebut tidak memenuhi kebutuhan informasi perusahaan yang beroperasi di Negara-negara dengan inflasi tinggi karena cenderung menimbulkan distorsi realitas melalui:
- menilai lebih atau menilai kurang pendapatan dan beban
- melaporkan keuntungan atau kerugian translasi yang besar yang sulit untuk diinterpretasikan
- mendistorsi perbandingan kinerja antarwaktu.
Mengapa kita perlu memperhatikan distorsi ini?
- Sistem pelaporan tradisional memiliki pengaruh yang buruk terhadap perilaku tenaga penjualan
- System pelaporan trandisional tidak memberikan motivasi bagi tenaga penjualan untuk memfakturkan dan mengirimkan lebih dahulu di bulan itu
- System ini memanipulasi hasil
Agar suatu system pengendalian di perusahaan multinasional berfungsi dengan baik, maka biasanya system yang digunakan banyak perusahaan multinasional untuk mengendalikan operasi luar negerinya dalam banyak hal banyak hal sama dengan yang digunakan secara domestic. Bagian-bagian system yang umumnya dikirim keluar meliputi control keuangan dan anggaran serta kecenderungan untuk menerapkan standar yang sama yang dikembangkan untuk mengevaluasi operasi domestic.
Setelah tujuan strategis dan anggaran modal dibuat, selanjutnya manajemen memfokuskan diri pada perencanaan jangka pendek. Perencanaan jangka pendek mencakup pembuatan anggaran operasional atau rencana laba apabila diperlukan dalam organisasi. Rencana laba ini merupakan dasar bagi peramalan manajemen kas, keputusan operasi, dan skema kompensasi manajemen. Rencana laporan laba rugi perusahaan afiliasi asing pertama-tama dikonversikan menurut prinsip-prinsip akuntansi yang dianut di Negara asal induk perusahaan dan ditranslasikan dari mata uang local ke dalam mata uang induk perusahaan.

Sumber :
http://kornetcincang.blogspot.com/2009/05/perencanaan-dan-kendali-manajemen.html

TUGAS 8 : ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL

Analisis laporan keuangan internasional ( ALKI ) diperlukan karena ada kencederungan meningkatnya investasi internasional dan dilakukan dengan maksud agar data keuangan antar perusahaan dan antar waktu dapat dibandingkan.
Sumber informasi untuk analisis laporan keuangan internasional adalah :

1. Laporan keuangan, jadwal pendukung serta catatan atas laporan keuangan
2. Latar belakang kekayaan perusahaan dan pengungkapannya.

Masalah yang sering terjadi dalam ALKI karena adanya perbedaan pandangan dalam hal pajak penghasilan, kredit pajak, investasi, item extraordinary, gains dan loses pada translasi mata uang, biaya riset, pengembangan, laba per lembar saham, perubahan akuntasi dan biaya pensiun.
Teknik-teknik Analisis Keuangan Internasional yang telah dipakai adalah :
1. Analisa Trend,
Membandingkan item-item data secara periodik selama 2 tahun atau lebih seperti : trend laba, debt rating, perubahan revenue, pertumbuhan geometric, dst.
Kelemahan analisa trend tidak dapat menggunakan angka negative sebagai dasar perhitungan.
2. Analisa Rasio,
Membandingkan item satu dengan item yang lain laporan keuangan dalam satu laporan keuangan dengan tujuan memperoleh pemahaman yang sama tentang profitabilitas perusahaan, leverage, likuiditas dan efisiensi.
3. Penyesuaian Depresiasi,
Beban depresiasi akan mempengaruhi keuntungan maka perlu diperhatikan umur dari fungsi aktiva yang harus diputuskan majemen.
4. Penyesuaian Sediaan LIFO ke FIFO,
Sediaan harus dikoversikan dalam metode FIFO.
5. Cadangan,
Cadangan adalah kemampuan perusahaan untuk membayar atau menutup pengeluaran untuk menghapus beban.
6. Reformulasi Laporan Keuangan.
Penyesuaian dari beberapa perubahan setelah adanya beberapa perhitungan pada point-point tsb di atas.
Beberapa hal lain yang mempengaruhi ALKI adalah goodwill perusahaan, pajak dan kebijakan pemerintah, translasi mata uang dan akuntasi inflasi serta analisis cash flow.

HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

PENDAHULUAN

Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan kompatibilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam. Standar harmonisasi ini bebas dari konflik logika dan dapat meningkatkan komparabilitas (daya banding) informasi keuangan yang berasal dari berbagai negara.

Upaya untuk melakukan harmonisasi standar akuntansi telah dimulai jauh sebelum pembentukan Komite Standar Akuntansi Internasional pada tahun 1973. Baru-baru ini, sejumlah perusahaan yang berusaha memperoleh modal di luar pasar Negara asal dan para investor yang berusaha untuk melakukan diversifikasi investasi secara internasional menghadapi masalah yang makin meningkat sebagai akibat dari perbedaan nasional dalam hal akuntansi, pengungkapan, dan audit.

Terkadang orang menggunakan istilah harmonisasi dan standarisasi seolah-seolah keduanya memiliki arti yang sama. Namun berkebalikan dengan harmonisasi, secara umum standarisasi berarti penetapan sekelompok aturan yang kaku dan sempit dan bahkan mungkin penerapan satu standar atau aturan tunggal dalam segala situasi. Standarisasi tidak mengakomodasi perbedaan-perbedaan antarnegara, dan oleh karenanya lebih sukar untuk diimplemntasikan secara internasional. Harmonisasi jauh lebih fleksibel dan terbuka, tidak menggunakan pendekatan satu ukuran untuk semua, tetapi mengakomodasi beberapa perbedaan dan telah mengalami kemajuan yang besar secara internasional dalam tahun-tahun terakhir.

PERBEDAAN ANTARA HARMONISASI DAN STANDARISASI

Harmonisasi

- Proses untuk meningkatkan kompabilitas (kesesuian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam

- Tidak menggunakan pendekatan satu ukuran untuk semua

- Tetapi mengakomodasi beberap perjanjian dan telah mengalami kemajuan yang besar secara internasional dalam tahun-tahun terakhir

- Hamonisasi jauh lebih fleksibel dan terbuka

Standarisasi

- Penetapan sekelompok aturan yang kaku dan sempit

- Penerapan satu standar atau aturan tunggal dalam segala situasi

- Standarisasi tidak mengakomodasi perbedaan-perbedaan antarnegara

- Lebih sukar untuk diimpelemntasikan secara internasional

Harmonisasi akuntansi mencakup harmonisasi

1. Standar akuntansi (yang berkaitan dengan pengukuran dan pengungkapannya

2. Pengungkapan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan publik terkait dengan penawaran surat berharga dan pencatatan pada bursa efek, dan

3. Standar audit

Keuntungan harmonisasi internasional

· Bahasa

Mereka yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa Ibu mungkin merasa beruntung bahwa Inggris menjadi bahasa kedua yang sangat banyak digunakan di seluruh dunia.

· Harmonisasi perpajakan an sistem jaminan sosial

Keuntungan. Kalangan usaha akan mengalami manfaat yang cukuo besar dalam perencanaan, biaya sistem dan pelatihan, dan sebagainya dari harmonisasi.

Kerugian. Perpajakan dan sistem jaminan sosial memiliki pengaruh yang kuat terhadap efisiensi ekonomi. Sistem yang berbeda memiliki pengaruh yang berbeda. Kemampuan untuk membandingkan cara kerja pendekatan yang berbeda di negara yang berbeda menyebabkan negara-negara mampu melakukan peningkatan sistem mereka masing-masing. Negara-negara saling berkompetisi dan kompetisi memaksa mereka untuk mengadopsi sistem yang efisien melalui beroperasinya semacam kekuatan pasar. Persetujuan atas sistem perpajakan yang satu akan menjadi seperti pendirian kartel dan akan menghilangkan manfaat yang akan diperoleh dari kompetisi antar negera.

Sebuah tulisan yang terbaru juga mendukung adanya GAAP global yang terharmonisasi. Manfaatnya:

1. Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambaran berarti. Standar pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi modal.

2. Investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik, portofolio akan lebih beragam dan risiko keuangan berkurang

3. perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan strategi dalam bidang merger dan akuisisi

4. Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standar dapat disebarkan dalam mengembangkan standar global yang berkualitas tinggi.

Kritik atas saran Internasional

· Penentuan standar internasional merupakan solusi yang terlalu sederhana atas masalah yang rumit.

· Beberapa pengamat berpendapat bahwa penetapan standar akuntansi internasional pada dasarnya merupakan sebuah taktik kantor-kantor akuntan besar yang menyediakan jasa akuntnasi internasional untuk memperluas pasarnya.

· Adopsi standar internasional akan menimbulkan standar yang berlebihan.

Rekonsiliasi atas pengakuan bersama

Dua pendekatan yang diajukan sebagai solusi yang mungkin digunakan untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan isi laporan keuangan lintas batas:

1. Rekonsiliasi

2. Pengakuan bersama (imbal balik/resiprositas)

Melalui rekonsiliasi, perusahaan asing dapat menyusun LK dengan menggunakan standar akuntansi negara asal, tetapi harus menyediakan rekonsiliasi antara ukuran-ukuran akuntansi yang penting di negara asal dan di negara di mana laporan keuangan di laporkan.

Rekonsiliasi berbiaya lebih rendah bila dibandingkan dengan penyusunan laporan keuangan lengkap berdasarkan prinsip akuntansi yang berbeda. Namun demikian rekonsiliasi hanya menyajikan ringkasan, dan bukan gambaran perusahaan yang utuh.

Evaluasi

Perdebatan mengenai harmonisasi mungkin tidak akan pernah terselesaikan dengan penuh. Beberapa argumen yang menentang harmonisasi mengandung sejumlah kebenaran. Namun demikian, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa tujuan harmonisasi internasional akuntansi, pengungkapan, dan audit telah diterima begitu luas sehingga tren yang mengarah pada harmonisasi internasional akan berlanjut atau bahkan semakin cepat.

Perdebatan nasional dalam faktor-faktor dasar yang menyebabkan perbedaan dalam akuntansi, pengungkapan, dan praktik audit semakin sempit karena pasar modal dan produk menjadi semakin internasional.

Penerapan standar Internasional

Standar akuntansi internasional digunakan seagai hasil dari

a) Perjanjian internasional atau politis

b) Kepatuhan secara sukarela

c) Keputusan oleh badan pembuat standar akuntansi nasional

Semakin banyak jumlah perusahaan yang memutuskan bahwa untuk kepentingan terbaik perusahaan untuk menggunakan IFRS meskipun tidak diwajibkan. Banyak negara saat ini telah memperbolehkan perusahaan untuk mendasarkan laporan keuangan mereka pada IFRS dan beberapa negara mengharuskannya.

Apabila standar akuntansi diterapakan melalui prosedur politik, hukum atau aturan, umumnya aturan wajib yang mendorong proses ini. Pihak-pihak yang berkepentingan menentukan apa saja aturannya dan bagaimana aturan ini harus diimplementasikan.

Usaha-usaha standar internasional lain dalam bidang akuntansi pada dasarnya dilakukan secara sukarela. Standar-standar itu akan diteima atau tidak tergantung pada orang-orang yang menggunakan standar-standar akuntansi. Saat standar internasional dan standar nasional tidak sama, tidak akan jadi masalah, tetapi ketika kedua standar tersebut berbeda, standar nasioanl harus jadi rujukan pertama.

SEKILAS MENGENAI ORGANISASI INTERNASIONAL UTAMA YANG MENDORONG HARMONISASI AKUNTANSI

Enam organisasi telah menjadi pemain utama dalam penentuan standar akuntansi internasional dan dalam mempromosikan harmonisasi akuntansi internasional:

1. Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB)

2. Komini Uni Eropa (EU)

3. Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)

4. Federasi Internasional Akuntan (IFAC)

5. Kelompok Kerja Ahli Antarpemerintah Perserikatan Bangsa-Bangsa atas Standar Internasional Akuntansi dan Pelaporan, bagian dari Konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa dalam perdagangan dan Pembangunan

6. Kelompok kerja dalam Standar Akuntansi Organisasi kerja sama dan Pembangunan Ekonomi.

Forum Internasional Pengembangan Akuntansi (IFAD) mengadakan pertemuan pertama pada tahun 1999. tujuan utamanya adalah untuk membangun kapasitas akuntansi dan audit di negara-negara berkembang.

Yang juga penting adalah Federasi Internasional Bursa Efek (FIBV), organisasi perdagangan untuk pasar surat berharga dan derivatif yang teratur diseluruh dunia. FIBV mendorong perkembangan usaha profesional pasar keuangan. Tujuan FIBV adalah untuk menetapakan standar harmonisasi untuk proses usaha (termasuk pelaporan keuangan dan pengungkapan) dalam perdagangan surat berharga lintas batas, termasuk penawaran publik lintas batas.

BADAN STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL

Tujuan IASB adalah:

1. Untuk mengembangkan dalam kepentingan umum, satu set standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipamahi dan dapat diterapkan yang mewajibkan infromasi yang berkualitas tinggi, transaparan, dan dapat dibandingkan dalam laporan keuangan dan pelaporan keuangan lainnya untuk membantu para partisipan dalam pasar modal dunia dan pengguna lainnya dalam membuat keputusan ekonomi.

2. untuk mendorong penggunaan dan penerapan standar-stnadar tersebut yang ketat

3. untuk membawa konvergensi standar akuntansi nasional dan Standar Akuntansi Internasional dan Standar Pelaporan Keuangan Internasional ke arah solusi berkualitas tinggi.

Standar Inti IASC dan Persetujuan IOSCO

IASB telah berupaya untuk mengembangkan standar akuntansi yang akan diterima oleh badan pengatur surat berharga diseluruh dunia. IASC mengadopsi suatu rencana kerja untuk menghasilakn satu set inti standar berkualitas tinggi yang komprehensif.

Struktur IASB yang baru

Pada bulan November 1999 dewan IASC secara bulat menyetujui suatu resolusi yang mendukung usulan struktur baru yang intinnya adalah:

1. IASC akan didirikan sebagai sebuah organisasi independen

2. organisasi tersebut akan terdiri dari dua badan utama, Perwakilan dan Dewan, serta Komite Interprestasi Tetap dan Dewan Penasihat Standar

3. dan perwakilan akan menunjuk anggota dewan, melakukan pengawasan dan mengumpulkan dana yang diperlukan, sedangkan dewan memiliki tanggungjawab untuk penentuan standar akuntansi

IASB yang direstrukturisasi tersebut bertemu untuk pertamakalinya pada bulan April 2001. IASB telah direorganisasi, akan mencakup badan berikut:

1. Badan Wali. IASB memiliki 19 wali

· 6 dari Amerika Utara

· 6 dari Eropa

· 4 dari Wilayah Asia/Pasifik

· 3 dari wilayah lain

2. Dewan IASB

Dewan menetapkan dan memperbaiki standar akuntansi keuangan dan pelaporan usaha.

· Dewan terdiri dari 14 orang anggota yang ditunjuk oleh Badan Wali untuk memberikan kombinasi terbaik yang ada dari keahlian teknik dan latar belakang pengalaman bisnis internasional dan kondisi pasar yang relevan.

3. Dewan Penasihat Standar

Dewan Penasihat Standar ditunjuk oleh perwakilan, terdiri dari:

· 30 atau lebih anggota yang memiliki latar belakang geografis dan profesional yang berbeda, yang ditunjuk untuk masa tiga tahun yang dapat diperbaharui.

4. Komite Interprestasi Pelaporan Keuangan Internasional (IFRIC)

· IFRIC terdiri dari 12 anggota yang diangkat oleh perwalian. IFRIC menginterprestasikan penerapan standar akuntansi internasional dan standar pelaporan keuangan internasional dalam konteks kerangka dasar IASB, menerbitkan rancangan interprestasi dan mengevaluasi komentar atasnya dan memperoleh persetujuan dewan untuk interprestasi akhir.

Pendekatan Baru EU dan Integrasi Keuangan Eropa

Komisi mengumumkan bahwa EU perlu untuk bergeraksecara tepat dengan maksud untuk memberikan sinyal yang jelas bahwa perusahaan yang sedang berupaya untuk melakukan pencatatan di AS dan pasar dunia lainnya akan tetap dapat bertahan dalam kerangka dasar akuntansi EU. EC juga menekankan agar EU memperkuat kommimenya terhadap proses penentuan standar internasional, yang menawarkan solusi paling efisien dan cepat untuk masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang beroperasi dalam skala internasional.

Pada tahun 2000, EC mengadopsi strategi pelaporan keuangan yang baru. Hal yang menarik dari strategi ini adalah usulan aturan bahwa seluruh perusahaan EU yang tercata dalam pasar teregulasi, termasuk bank, perusahaan asuransi dan SME (perusahaan berukuran kecil dan menengah), menyusu akun-akun konsolodalis sesuai dengan IFRS

Sumber :

http://teorikuliah.blogspot.com/2009/08/harmonisasi-akuntansi-internasional.html

pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/.../32026-9-474219208394.doc

TUGAS 6 AKUNTANSI INTERNASIONAL

AUSTRALIAN ACCOUNTING STANDARDS BOARD

Australian Accounting Standards Board (AASB) adalah Australia lembaga pemerintah yang mengembangkan dan memelihara standar pelaporan keuangan yang berlaku untuk entitas di sektor swasta dan publik dari ekonomi Australia . Juga, AASB memberikan kontribusi terhadap perkembangan global yang standar pelaporan keuangan dan memfasilitasi partisipasi masyarakat Australia dalam penetapan standar global. AASB's fungsi dan kekuasaan yang ditetapkan dalam Efek Australia dan Komisi Investasi Act 2001. (ASIC's) Peran Surat Berharga dan Investasi Australia Komisi adalah untuk menegakkan dan mengatur jasa keuangan perusahaan dan hukum untuk melindungi konsumen Australia, investor dan kreditur.

The AASB menggunakan kerangka kerja konseptual, yang meliputi Laporan Akuntansi Konsep (SAC 1 Definisi Pelapor dan SAC 2 Tujuan Tujuan Umum Pelaporan Keuangan) yang dikembangkan oleh mantan AASB dan Sektor Publik Dewan Standar Akuntansi (PSASB), untuk mengevaluasi usulan standar akuntansi.

Meskipun sejarah akuntansi Australia masih muda, Pengaruh Inggris bisa terlihat pada struktur akuntansi Australia, seperti kebanyakan Amerika Serikat, Australia tumbuh sebagai hasil dari migrasi warga inggris pada tahun 1800an. Oleh demikian praktek akuntansi Australia lebih fokus pada informasi yang diperlukan oleh investor dibandingkan dengan keperluan pajak negara tersebut. Pada tahun 1991, the Australian Securities & Invesment Commission di bentuk untuk membantu peraturan dan menyelenggarakan hukum perusahaan untuk melindungi konsumen, investor dan kreditor. Standar akuntansi dibuat oleh Australian Accounting Standards Board (AASB). Aslinya, ASSB bekerja sama dengan Public Sector Accounting Standards Board untuk membuat standar Australia. The Urgent Issues Group (UIG) dibangun pada tahun 1994 untuk membantu menunjuk isu mendesak dalam bidang akuntansi kebanyakan seperti Emergency Issues Task Force (EITF) di Amerika Serikat.

Pada tahun 1999, pengaturan standar Australia mereorganisasi ulang melalui The Corporate Law Economic Reform Program Act. Reorganisasi ini membuat Financial Reporting Council (FRC) mengatur tindakan AASB. FRC dapat memberikan AASB pengarahan tapi tidak akan bisa mempengaruhi isi dari standar akuntansi. AASB sekarang mempunyai tanggung jawab untuk membuat standar baik sektor publik maupun sektor pribadi dan bebas untuk mencari tim dan staf. UIG terus memberikan panduan mengenai isu akuntansi yang mendesak. Australia mengadopsi IFRS pada tahun 2005.

STANDARD APPLICATION

Seri asli Australia Standar Akuntansi (AASs), yang berlaku untuk badan yang tidak diatur dalam UU Korporasi, dikeluarkan oleh mantan AASB dan PSASB dari Yayasan Penelitian Australia Akuntansi (AARF) atas nama badan akuntansi profesional, sebelum sampai 2000. Seri asli AASB Standar (AASBs), yang berlaku untuk entitas yang diatur dalam UU Korporasi, juga dikeluarkan oleh mantan AASB, sebelum 2000. Kebanyakan AASs digantikan oleh AASBs untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2005. Pada tanggal 1 Juli 2009, hanya AAS 25 Pelaporan Keuangan oleh Superannuation Rencana masih operasi. Kecuali AAS 25, sejak tahun 1991, semua standar yang dikeluarkan oleh AASB telah diberi label AASB Standar Akuntansi dan berlaku untuk semua jenis entitas.

Berdasarkan Corporations Act 2001 Australia, banyak entitas harus menerapkan Standar Akuntansi Australia ketika menyiapkan laporan keuangan mereka. Beberapa entitas sektor publik wajib menerapkan Standar Akuntansi Australia dengan salah satu undang-undang Persemakmuran, negara bagian atau wilayah, melalui petunjuk khusus untuk pembuat atau pelaporan kerangka kerja yang ditetapkan pedoman atau peraturan.

Anggota CPA Australia , The Institute of Chartered Accountants di Australia dan National Institute Akuntan memiliki kewajiban profesional untuk mengambil semua langkah yang wajar dalam kekuasaan mereka untuk memastikan bahwa entitas dengan yang mereka terlibat sesuai dengan Standar Akuntansi Australia ketika mempersiapkan keuangan mereka untuk tujuan umum laporan.

ADOPTED STANDARDS

Sejak tahun 2002, dilaksanakan AASB arah strategis yang luas dari Australian Financial Pelaporan Council (FRC) untuk mengadopsi Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB) standar untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2005.Pada bulan Juli 2004, AASB mengadopsi sejumlah standar yang berlaku dari tahun 2005, termasuk:

§ Australia Standar Akuntansi yang menggabungkan IASB Standar

§ Lain AASB Standar mendukung Standar Akuntansi Australia yang menggabungkan IASB Standar

§ Lain AASB Standar yang berlaku untuk jenis tertentu entitas

Standar Akuntansi Australia yang menggabungkan IASB Standar meliputi:

§ AASB 1 Pertama-waktu Penerapan Standar Akuntansi Australia, AASB 2 berbasis Pembayaran Share, dll, yang menggabungkan IFRS1-waktu Adopsi Pertama Standar Pelaporan Keuangan Internasional, IFRS 2 berbasis Pembayaran Share, dll, menjadi Standar yang dikeluarkan oleh IASB sejak tahun 2001.

§ AASB 101 Penyajian Laporan Keuangan, AASB 102 Persediaan, dll, yang menggabungkan IAS 1 Penyajian Laporan Keuangan, IAS 2Persediaan, dll, menjadi Standar yang diterbitkan oleh Komite Standar Akuntansi Internasional (IASC), yang merupakan pendahulu IASB.

Untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2005, Standar Akuntansi Australia yang menggabungkan IASB Standar menggantikan rekan-rekan mereka sebelumnya Australia, jika ada. AASB Standar lainnya yang mendukung Standar Akuntansi Australia yang menggabungkan IASB Standar terdiri dari:

§ AASB 1031 Materialitas

§ AASB 1048 Interpretasi dan Aplikasi Standar

Australia saat ini Standar Akuntansi yang ada IASB Standar yang sesuai tetap berlaku di luar 1 Januari 2005, meskipun mereka mungkin diterbitkan kembali di masa depan untuk memperbaruinya dalam rezim yang baru. Ini termasuk:

§ AAS 25 Pelaporan Keuangan oleh Superannuation Rencana

§ Kontribusi AASB 1004, 1039 AASB Laporan Keuangan Ringkas, AASB 1049 Utuh Sektor Pemerintah Umum dan Pelaporan Keuangan Pemerintah, AASB 1050 Produk yang Diperintah, AASB 1051 Tanah Di bawah Jalan dan AASB 1052 Pengungkapan Pemisahan

PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL DI AUSTRALIA

Teks surat bersama yang dikirim pada tanggal 20 Oktober 2003 oleh Bapak Jeffrey Lucy, Wakil Ketua ASIC, dan Bapak Charles Macek, Ketua Dewan untuk Pelaporan Keuangan Ketua Dewan semua perusahaan publik dan 200 perusahaan swasta yang lebih besar. Surat tersebut meminta mereka untuk mengambil minat aktif dalam mempersiapkan awal untuk adopsi untuk diterapkan di Australia standar dari Dewan Standar Akuntansi Internasional.

"Seperti Anda akan sadar, Dewan Standar Akuntansi Australia (AASB) adalah menerapkan kebijakan mengadopsi standar dari Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB) untuk aplikasi di Australia. Perubahan ini mengikuti arah strategis yang luas yang diterbitkan kepada AASB pada bulan Juli 2002 oleh Pelaporan Keuangan Council (FRC) yang merupakan badan pengawas untuk setter standar independen.

‘Standar akuntansi Australia, yang mengikat secara hukum berdasarkan Undang-Undang Perusahaan, maka akan setara dengan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (SAK). Seperti yang diusulkan, semua perusahaan yang diperlukan untuk melaporkan menurut Undang-Undang akan diminta untuk menyiapkan laporan keuangan sesuai dengan AASB setara dengan standar IASB untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2005. Efek dan Investasi Australia Commission (ASIC) akan bertanggung jawab untuk menegakkan kepatuhan terhadap standar baru.

‘Dalam mempertahankan kepentingan pelaporan keuangan berkualitas tinggi oleh perusahaan Australia selama periode transisi, dan untuk mempromosikan perlindungan investor dan kepercayaan pasar, baik FRC dan ASIC mendorong perusahaan papan dan manajemen untuk mempersiapkan awal untuk perubahan. Penerapan standar internasional merupakan isu manajemen strategis dan bukan hanya masalah teknis akuntansi.

‘Dalam banyak kasus, perusahaan perlu strategi changeover menanamkan yang akan mencakup penyelarasan sistem pelaporan internal dengan lingkungan eksternal pelaporan baru dan pengembangan strategi untuk menyiapkan analis dan stakeholder lainnya untuk berpotensi perubahan signifikan terhadap hasil pelaporan keuangan.

‘Sementara banyak dari standar akuntansi AASB yang ada telah diselaraskan dengan standar internasional dan setiap perubahan akan menjadi minimal, perubahan lainnya akan lebih kompleks dan memperkenalkan persyaratan baru besar bagi beberapa perusahaan.Selain itu, implementasi dari inisiatif ini mensyaratkan bahwa informasi keuangan komparatif yang disajikan kembali sesuai dengan standar konvergensi AASB. Untuk perusahaan dengan ujung tahun Desember-, ini akan membutuhkan penerapan standar tersebut, dengan beberapa pengecualian yang terbatas, dalam mempersiapkan neraca pada tanggal 1 Januari 2004 yang akan dibutuhkan untuk menentukan bahwa informasi komparatif. Untuk Juni tahun-akhir ini perlu dilakukan pada 1 Juli 2004.

"Kami menyadari survei terbaru yang dilakukan di Australia tentang tingkat kesadaran perubahan yang akan datang. Sedangkan didorong oleh tingginya tingkat kesadaran dengan petugas keuangan kepala, pengendali keuangan dan akuntan, survei menunjukkan berbagai tingkat kesiapan dalam hal pengetahuan yang terperinci, proses kebutuhan sumber daya, sistem dan implikasi pengumpulan informasi dan analisis dampak keuangan.

‘Hal ini diakui bahwa berurusan dengan beberapa aspek mempersiapkan pernyataan awal posisi keuangan, misalnya pada 1 Januari 2004, mungkin tertunda oleh fakta bahwa tidak semua konvergensi standar akuntansi yang diusulkan telah disetujui dan mungkin tidak sampai April 2004 . Namun demikian, hal ini tidak mencegah pengembangan dan implementasi strategi bisnis untuk mengelola apa yang pada bisnis dan risiko regulasi. Sampai saat ini, AASB akan mengeluarkan "standar yang diusulkan" sehingga teks standar tersedia untuk pihak yang berkepentingan. Tingkat kesiapan perusahaan sangat penting untuk transisi halus dan merupakan risiko utama pada tahun 2005 adopsi.

'Ketika standar-standar akan menjadi hukum, kegagalan untuk merencanakan transisi dan menerapkan strategi bisnis yang efektif untuk memenuhi batas waktu 2005 dapat mengakibatkan perusahaan Anda berada di risiko melanggar persyaratan pelaporan keuangan dariUndang-Undang.

‘Pendekatan proaktif dengan pelaksanaan standar dan menganalisis dampaknya juga akan memfasilitasi proses menjaga investor dan pengguna informasi lengkap hasil. Adalah penting bahwa perusahaan mengungkapkan kepada pemegang saham perbedaan bahan dari saat ini standar akuntansi di Australia yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar baru. Dalam konteks ini pertimbangan juga harus diberikan untuk jika dan ketika dampak pada laporan posisi keuangan dari perusahaan adalah penting seperti bahwa kewajiban pengungkapan terus menerus mungkin timbul. Informasi alam ini akan menjadi penting dalam menunjukkan kepada pemegang saham dan pasar bahwa perusahaan telah mempertimbangkan dampak dan berkomitmen untuk pelaporan keuangan berkualitas dan pengungkapan.

‘Adalah penting karena itu dewan dan komite audit mengambil minat aktif. Kami percaya bahwa perusahaan Anda juga sudah lanjut dalam mengembangkan dan melaksanakan strategi untuk mengatasi hal ini inisiatif penting. "

Ditandatangani
Charles Macek, Ketua, Dewan Pelaporan Keuangan

Jeffrey Lucy, Wakil Ketua, ASIC

TENTANG LAYANAN INFORMASI

Australia GAAP publikasi tahunan yang memberikan gambaran tentang persyaratan utama Standar Akuntansi, Interpretasi dan Framework yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Australia (AASB) yang digunakan untuk menyiapkan laporan keuangan bertujuan umum. Pernyataan ini secara bersama disebut sebagai GAAP, singkatan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Standar akuntansi Australia untuk mencari keuntungan-entitas yang diambil dari Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS), Framework, dan Interpretasi dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB); AASB Standar Akuntansi IASB Compliant. Sebagai AASB memiliki tanggung jawab untuk pelaporan keuangan bertujuan umum dalam waktu yang tidak-untuk entitas-laba di sektor swasta dan publik, standar akuntansi IFRS sumber, juga mengandung persyaratan Australia khusus untuk tidak-untuk entitas nirlaba yang dikembangkan oleh AASB.

Pelaporan keuangan di Australia terdiri atas ribuan halaman pernyataan akuntansi (Standar Akuntansi, Interpretasi, Dasar Kesimpulan, Aplikasi Bimbingan, dan Kerangka), ada juga Korporasi UU, Kelas ASIC Order dan bimbingan, dan ASX Corporate Governance Rekomendasi yang perlu dipertimbangkan. Menjaga up-to-date dengan ini adalah tugas yang menakutkan karena kuantitas belaka bahan yang dikeluarkan, sumber-sumber beragam asal, dan perubahan signifikan mengambil tempat dalam satu tahun. Australia GAAP akan membantu pengguna untuk memahami semua peraturan yang mengatur pelaporan keuangan pada tanggal 1 Januari dengan deskripsi perkembangan keuangan tahun sebelumnya pelaporan.

Pengguna

Australia GAAP telah ditulis untuk membantu pembuat, mereka yang dituduh dengan pemerintahan, auditor, pengguna, regulator, akademisi, dan mahasiswa untuk memahami aturan-aturan yang mengatur penyusunan laporan tujuan umum dan tujuan khusus keuangan. Secara khusus, Australia SAK harus membantu:

· Akuntan dalam perdagangan, pemerintahan, industri dan praktek masyarakat yang membutuhkan referensi siap semua persyaratan utama dari kerangka kerja pelaporan keuangan Australia

· CA dan kandidat program CPA mempelajari modul pelaporan keuangan

· Di bawah lulusan siswa yang membutuhkan wawasan untuk struktur-standar, peraturan lingkungan, dan pernyataan akuntansi

· Mereka yang ingin update pada perkembangan pelaporan keuangan, dan

· Direksi dan lain-lain yang dibebankan oleh tanggung jawab pemerintahan akan menginginkan alat referensi yang komprehensif dan mudah dimengerti untuk pelaporan keuangan.

Struktur

Australia SAK terdiri dari semua persyaratan Standar Akuntansi Australia, Interpretasi, dan Kerangka Kerja; dikategorikan menjadi fitur kunci, aplikasi, pengukuran, dan bagian pengungkapan. Australian GAAP comprises: Australia SAK terdiri dari:

· Bagian 1: Pendahuluan

· Bagian 2: Tujuan Laporan Keuangan Umum

· Bagian 3: Neraca

· Bagian 4: Laporan Laba Rugi

· Bagian 5: Arus Kas

· Bagian 6: Catatan atas Laporan Keuangan

· Bagian 7: Industri dan Kegiatan berbasis Standar Akuntansi

· Bagian 8: UU Korporasi dan ASX

· Bagian 9: Draf Exposure Terpilih, dan

· Bagian 10: Persyaratan Pelaporan ASIC dan Kegiatan Surveillance.

Edisi Sebelumnya

Edisi terakhir diterbitkan Australia GAAP adalah 2005 (lebih dari 650 halaman). Ada sembilan edisi sebelumnya GAAP Australia:

· GAAP Australia 1997 Edisi 1 (Maret 1997)

· GAAP Australia 1998 Edisi 2 (Februari 1998)

· GAAP Australia 1999 Edisi 3 (Februari 1999)

· GAAP 2000 Edisi 4 Australia (Februari 2000)

· GAAP 2001 Australia 5th Edition (Februari 2001)

· GAAP Australia 2002 6 Edition (Februari 2002)

· GAAP Australia 2003 7 Edition (Februari 2003)

· Australia GAAP 2004 Edisi 8 (Maret 2004), dan

· Australia GAAP 2005 9th Edition (Maret 2005).

Edisi Lancar

Edisi 10 untuk pernyataan pada tanggal 1 Januari 2008 saat ini sedang dikembangkan. Bagian dari Australia PSAK akan semakin dirilis sepanjang tahun 2008 melalui login klien khusus untuk berlangganan tahunan.

Produk Lainnya Pelaporan Keuangan dan Jasa

Australia GAAP adalah bagian dari suite terpadu produk pelaporan keuangan (GAAP Alert, e-GAAP Update, dan GaAs Insight) dan jasa (nasihat dan pelatihan disesuaikan) untuk membantu mengelola risiko keuangan Anda pelaporan.

Manfaat

Manfaat dari PABU Australia adalah:

· Berisi publikasi dalam satu keterangan lengkap tentang persyaratan GAAP Australia pada tanggal 1 Januari

· Disajikan dalam cara perwakilan dari laporan keuangan

· Mudah dibaca dan mudah digunakan

· Sebuah biaya sarana yang efektif untuk menjaga PABU Australia di ujung jari Anda

· Ditulis oleh para ahli diakui dalam pelaporan keuangan - Colin Parker, FCA, Kepala PSAK Consulting dan Bruce Porter FCA, Audit dan Teknis Partner di Deloitte. Keduanya merupakan anggota AASB.

DAFTAR PUSTAKA

http://en.wikipedia.org/wiki/Australian_Accounting_Standards_Board

http://www.frc.gov.au/reports/other/letter.asp

CONDITIONAL SENTENCES

Example :
1. If I have enough apples, I will bake an apple pie this afternoon
Fact : I don’t have enough apples. So, I cant bake apple pie this afternoon
2. If he were here right now, he would help us
Fact : He is not here right now. So, he would not help us
3. If they had studied, they would have passed the exam
Fact : They did not study. They failed the exam

Sumber : Understanding And Using English Grammar ( Betty Schrampfer Azar)

THE PASSIVE

In the passive, the object of an active verb becomes the subject of the passive verb.
Example :
1. Tom is going to open the door (Active)
The door is going to be opened by Tom (Passive)
2. Jackie scored the winning goal (Active)
The winning goal was scored by Jackie (Passive)
3. Mary will have helped John (Active)
John will have been helped by Mary (Passive)

Sumber : Understanding And Using English Grammar ( Betty Schrampfer Azar)

THE PASSIVE

In the passive, the object of an active verb becomes the subject of the passive verb.
Example :
1. Tom is going to open the door (Active)
The door is going to be opened by Tom (Passive)
2. Jackie scored the winning goal (Active)
The winning goal was scored by Jackie (Passive)
3. Mary will have helped John (Active)
John will have been helped by Mary (Passive)