PENDAHULUAN
Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan kompatibilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam. Standar harmonisasi ini bebas dari konflik logika dan dapat meningkatkan komparabilitas (daya banding) informasi keuangan yang berasal dari berbagai negara.
Upaya untuk melakukan harmonisasi standar akuntansi telah dimulai jauh sebelum pembentukan Komite Standar Akuntansi Internasional pada tahun 1973. Baru-baru ini, sejumlah perusahaan yang berusaha memperoleh modal di luar pasar Negara asal dan para investor yang berusaha untuk melakukan diversifikasi investasi secara internasional menghadapi masalah yang makin meningkat sebagai akibat dari perbedaan nasional dalam hal akuntansi, pengungkapan, dan audit.
Terkadang orang menggunakan istilah harmonisasi dan standarisasi seolah-seolah keduanya memiliki arti yang sama. Namun berkebalikan dengan harmonisasi, secara umum standarisasi berarti penetapan sekelompok aturan yang kaku dan sempit dan bahkan mungkin penerapan satu standar atau aturan tunggal dalam segala situasi. Standarisasi tidak mengakomodasi perbedaan-perbedaan antarnegara, dan oleh karenanya lebih sukar untuk diimplemntasikan secara internasional. Harmonisasi jauh lebih fleksibel dan terbuka, tidak menggunakan pendekatan satu ukuran untuk semua, tetapi mengakomodasi beberapa perbedaan dan telah mengalami kemajuan yang besar secara internasional dalam tahun-tahun terakhir.
PERBEDAAN ANTARA HARMONISASI DAN STANDARISASI
Harmonisasi
- Proses untuk meningkatkan kompabilitas (kesesuian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam
- Tidak menggunakan pendekatan satu ukuran untuk semua
- Tetapi mengakomodasi beberap perjanjian dan telah mengalami kemajuan yang besar secara internasional dalam tahun-tahun terakhir
- Hamonisasi jauh lebih fleksibel dan terbuka
Standarisasi
- Penetapan sekelompok aturan yang kaku dan sempit
- Penerapan satu standar atau aturan tunggal dalam segala situasi
- Standarisasi tidak mengakomodasi perbedaan-perbedaan antarnegara
- Lebih sukar untuk diimpelemntasikan secara internasional
Harmonisasi akuntansi mencakup harmonisasi
1. Standar akuntansi (yang berkaitan dengan pengukuran dan pengungkapannya
2. Pengungkapan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan publik terkait dengan penawaran surat berharga dan pencatatan pada bursa efek, dan
3. Standar audit
Keuntungan harmonisasi internasional
· Bahasa
Mereka yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa Ibu mungkin merasa beruntung bahwa Inggris menjadi bahasa kedua yang sangat banyak digunakan di seluruh dunia.
· Harmonisasi perpajakan an sistem jaminan sosial
Keuntungan. Kalangan usaha akan mengalami manfaat yang cukuo besar dalam perencanaan, biaya sistem dan pelatihan, dan sebagainya dari harmonisasi.
Kerugian. Perpajakan dan sistem jaminan sosial memiliki pengaruh yang kuat terhadap efisiensi ekonomi. Sistem yang berbeda memiliki pengaruh yang berbeda. Kemampuan untuk membandingkan cara kerja pendekatan yang berbeda di negara yang berbeda menyebabkan negara-negara mampu melakukan peningkatan sistem mereka masing-masing. Negara-negara saling berkompetisi dan kompetisi memaksa mereka untuk mengadopsi sistem yang efisien melalui beroperasinya semacam kekuatan pasar. Persetujuan atas sistem perpajakan yang satu akan menjadi seperti pendirian kartel dan akan menghilangkan manfaat yang akan diperoleh dari kompetisi antar negera.
Sebuah tulisan yang terbaru juga mendukung adanya GAAP global yang terharmonisasi. Manfaatnya:
1. Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambaran berarti. Standar pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi modal.
2. Investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik, portofolio akan lebih beragam dan risiko keuangan berkurang
3. perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan strategi dalam bidang merger dan akuisisi
4. Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standar dapat disebarkan dalam mengembangkan standar global yang berkualitas tinggi.
Kritik atas saran Internasional
· Penentuan standar internasional merupakan solusi yang terlalu sederhana atas masalah yang rumit.
· Beberapa pengamat berpendapat bahwa penetapan standar akuntansi internasional pada dasarnya merupakan sebuah taktik kantor-kantor akuntan besar yang menyediakan jasa akuntnasi internasional untuk memperluas pasarnya.
· Adopsi standar internasional akan menimbulkan standar yang berlebihan.
Rekonsiliasi atas pengakuan bersama
Dua pendekatan yang diajukan sebagai solusi yang mungkin digunakan untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan isi laporan keuangan lintas batas:
1. Rekonsiliasi
2. Pengakuan bersama (imbal balik/resiprositas)
Melalui rekonsiliasi, perusahaan asing dapat menyusun LK dengan menggunakan standar akuntansi negara asal, tetapi harus menyediakan rekonsiliasi antara ukuran-ukuran akuntansi yang penting di negara asal dan di negara di mana laporan keuangan di laporkan.
Rekonsiliasi berbiaya lebih rendah bila dibandingkan dengan penyusunan laporan keuangan lengkap berdasarkan prinsip akuntansi yang berbeda. Namun demikian rekonsiliasi hanya menyajikan ringkasan, dan bukan gambaran perusahaan yang utuh.
Evaluasi
Perdebatan mengenai harmonisasi mungkin tidak akan pernah terselesaikan dengan penuh. Beberapa argumen yang menentang harmonisasi mengandung sejumlah kebenaran. Namun demikian, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa tujuan harmonisasi internasional akuntansi, pengungkapan, dan audit telah diterima begitu luas sehingga tren yang mengarah pada harmonisasi internasional akan berlanjut atau bahkan semakin cepat.
Perdebatan nasional dalam faktor-faktor dasar yang menyebabkan perbedaan dalam akuntansi, pengungkapan, dan praktik audit semakin sempit karena pasar modal dan produk menjadi semakin internasional.
Penerapan standar Internasional
Standar akuntansi internasional digunakan seagai hasil dari
a) Perjanjian internasional atau politis
b) Kepatuhan secara sukarela
c) Keputusan oleh badan pembuat standar akuntansi nasional
Semakin banyak jumlah perusahaan yang memutuskan bahwa untuk kepentingan terbaik perusahaan untuk menggunakan IFRS meskipun tidak diwajibkan. Banyak negara saat ini telah memperbolehkan perusahaan untuk mendasarkan laporan keuangan mereka pada IFRS dan beberapa negara mengharuskannya.
Apabila standar akuntansi diterapakan melalui prosedur politik, hukum atau aturan, umumnya aturan wajib yang mendorong proses ini. Pihak-pihak yang berkepentingan menentukan apa saja aturannya dan bagaimana aturan ini harus diimplementasikan.
Usaha-usaha standar internasional lain dalam bidang akuntansi pada dasarnya dilakukan secara sukarela. Standar-standar itu akan diteima atau tidak tergantung pada orang-orang yang menggunakan standar-standar akuntansi. Saat standar internasional dan standar nasional tidak sama, tidak akan jadi masalah, tetapi ketika kedua standar tersebut berbeda, standar nasioanl harus jadi rujukan pertama.
SEKILAS MENGENAI ORGANISASI INTERNASIONAL UTAMA YANG MENDORONG HARMONISASI AKUNTANSI
Enam organisasi telah menjadi pemain utama dalam penentuan standar akuntansi internasional dan dalam mempromosikan harmonisasi akuntansi internasional:
1. Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB)
2. Komini Uni Eropa (EU)
3. Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)
4. Federasi Internasional Akuntan (IFAC)
5. Kelompok Kerja Ahli Antarpemerintah Perserikatan Bangsa-Bangsa atas Standar Internasional Akuntansi dan Pelaporan, bagian dari Konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa dalam perdagangan dan Pembangunan
6. Kelompok kerja dalam Standar Akuntansi Organisasi kerja sama dan Pembangunan Ekonomi.
Forum Internasional Pengembangan Akuntansi (IFAD) mengadakan pertemuan pertama pada tahun 1999. tujuan utamanya adalah untuk membangun kapasitas akuntansi dan audit di negara-negara berkembang.
Yang juga penting adalah Federasi Internasional Bursa Efek (FIBV), organisasi perdagangan untuk pasar surat berharga dan derivatif yang teratur diseluruh dunia. FIBV mendorong perkembangan usaha profesional pasar keuangan. Tujuan FIBV adalah untuk menetapakan standar harmonisasi untuk proses usaha (termasuk pelaporan keuangan dan pengungkapan) dalam perdagangan surat berharga lintas batas, termasuk penawaran publik lintas batas.
BADAN STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL
Tujuan IASB adalah:
1. Untuk mengembangkan dalam kepentingan umum, satu set standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipamahi dan dapat diterapkan yang mewajibkan infromasi yang berkualitas tinggi, transaparan, dan dapat dibandingkan dalam laporan keuangan dan pelaporan keuangan lainnya untuk membantu para partisipan dalam pasar modal dunia dan pengguna lainnya dalam membuat keputusan ekonomi.
2. untuk mendorong penggunaan dan penerapan standar-stnadar tersebut yang ketat
3. untuk membawa konvergensi standar akuntansi nasional dan Standar Akuntansi Internasional dan Standar Pelaporan Keuangan Internasional ke arah solusi berkualitas tinggi.
Standar Inti IASC dan Persetujuan IOSCO
IASB telah berupaya untuk mengembangkan standar akuntansi yang akan diterima oleh badan pengatur surat berharga diseluruh dunia. IASC mengadopsi suatu rencana kerja untuk menghasilakn satu set inti standar berkualitas tinggi yang komprehensif.
Struktur IASB yang baru
Pada bulan November 1999 dewan IASC secara bulat menyetujui suatu resolusi yang mendukung usulan struktur baru yang intinnya adalah:
1. IASC akan didirikan sebagai sebuah organisasi independen
2. organisasi tersebut akan terdiri dari dua badan utama, Perwakilan dan Dewan, serta Komite Interprestasi Tetap dan Dewan Penasihat Standar
3. dan perwakilan akan menunjuk anggota dewan, melakukan pengawasan dan mengumpulkan dana yang diperlukan, sedangkan dewan memiliki tanggungjawab untuk penentuan standar akuntansi
IASB yang direstrukturisasi tersebut bertemu untuk pertamakalinya pada bulan April 2001. IASB telah direorganisasi, akan mencakup badan berikut:
1. Badan Wali. IASB memiliki 19 wali
· 6 dari Amerika Utara
· 6 dari Eropa
· 4 dari Wilayah Asia/Pasifik
· 3 dari wilayah lain
2. Dewan IASB
Dewan menetapkan dan memperbaiki standar akuntansi keuangan dan pelaporan usaha.
· Dewan terdiri dari 14 orang anggota yang ditunjuk oleh Badan Wali untuk memberikan kombinasi terbaik yang ada dari keahlian teknik dan latar belakang pengalaman bisnis internasional dan kondisi pasar yang relevan.
3. Dewan Penasihat Standar
Dewan Penasihat Standar ditunjuk oleh perwakilan, terdiri dari:
· 30 atau lebih anggota yang memiliki latar belakang geografis dan profesional yang berbeda, yang ditunjuk untuk masa tiga tahun yang dapat diperbaharui.
4. Komite Interprestasi Pelaporan Keuangan Internasional (IFRIC)
· IFRIC terdiri dari 12 anggota yang diangkat oleh perwalian. IFRIC menginterprestasikan penerapan standar akuntansi internasional dan standar pelaporan keuangan internasional dalam konteks kerangka dasar IASB, menerbitkan rancangan interprestasi dan mengevaluasi komentar atasnya dan memperoleh persetujuan dewan untuk interprestasi akhir.
Pendekatan Baru EU dan Integrasi Keuangan Eropa
Komisi mengumumkan bahwa EU perlu untuk bergeraksecara tepat dengan maksud untuk memberikan sinyal yang jelas bahwa perusahaan yang sedang berupaya untuk melakukan pencatatan di AS dan pasar dunia lainnya akan tetap dapat bertahan dalam kerangka dasar akuntansi EU. EC juga menekankan agar EU memperkuat kommimenya terhadap proses penentuan standar internasional, yang menawarkan solusi paling efisien dan cepat untuk masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang beroperasi dalam skala internasional.
Pada tahun 2000, EC mengadopsi strategi pelaporan keuangan yang baru. Hal yang menarik dari strategi ini adalah usulan aturan bahwa seluruh perusahaan EU yang tercata dalam pasar teregulasi, termasuk bank, perusahaan asuransi dan SME (perusahaan berukuran kecil dan menengah), menyusu akun-akun konsolodalis sesuai dengan IFRS
Sumber :
http://teorikuliah.blogspot.com/2009/08/harmonisasi-akuntansi-internasional.html
pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/.../32026-9-474219208394.doc
AUSTRALIAN ACCOUNTING STANDARDS BOARD
Australian Accounting Standards Board (AASB) adalah Australia lembaga pemerintah yang mengembangkan dan memelihara standar pelaporan keuangan yang berlaku untuk entitas di sektor swasta dan publik dari ekonomi Australia . Juga, AASB memberikan kontribusi terhadap perkembangan global yang standar pelaporan keuangan dan memfasilitasi partisipasi masyarakat Australia dalam penetapan standar global. AASB's fungsi dan kekuasaan yang ditetapkan dalam Efek Australia dan Komisi Investasi Act 2001. (ASIC's) Peran Surat Berharga dan Investasi Australia Komisi adalah untuk menegakkan dan mengatur jasa keuangan perusahaan dan hukum untuk melindungi konsumen Australia, investor dan kreditur.
The AASB menggunakan kerangka kerja konseptual, yang meliputi Laporan Akuntansi Konsep (SAC 1 Definisi Pelapor dan SAC 2 Tujuan Tujuan Umum Pelaporan Keuangan) yang dikembangkan oleh mantan AASB dan Sektor Publik Dewan Standar Akuntansi (PSASB), untuk mengevaluasi usulan standar akuntansi.
Meskipun sejarah akuntansi Australia masih muda, Pengaruh Inggris bisa terlihat pada struktur akuntansi Australia, seperti kebanyakan Amerika Serikat, Australia tumbuh sebagai hasil dari migrasi warga inggris pada tahun 1800an. Oleh demikian praktek akuntansi Australia lebih fokus pada informasi yang diperlukan oleh investor dibandingkan dengan keperluan pajak negara tersebut. Pada tahun 1991, the Australian Securities & Invesment Commission di bentuk untuk membantu peraturan dan menyelenggarakan hukum perusahaan untuk melindungi konsumen, investor dan kreditor. Standar akuntansi dibuat oleh Australian Accounting Standards Board (AASB). Aslinya, ASSB bekerja sama dengan Public Sector Accounting Standards Board untuk membuat standar Australia. The Urgent Issues Group (UIG) dibangun pada tahun 1994 untuk membantu menunjuk isu mendesak dalam bidang akuntansi kebanyakan seperti Emergency Issues Task Force (EITF) di Amerika Serikat.
Pada tahun 1999, pengaturan standar Australia mereorganisasi ulang melalui The Corporate Law Economic Reform Program Act. Reorganisasi ini membuat Financial Reporting Council (FRC) mengatur tindakan AASB. FRC dapat memberikan AASB pengarahan tapi tidak akan bisa mempengaruhi isi dari standar akuntansi. AASB sekarang mempunyai tanggung jawab untuk membuat standar baik sektor publik maupun sektor pribadi dan bebas untuk mencari tim dan staf. UIG terus memberikan panduan mengenai isu akuntansi yang mendesak. Australia mengadopsi IFRS pada tahun 2005.
STANDARD APPLICATION
Seri asli Australia Standar Akuntansi (AASs), yang berlaku untuk badan yang tidak diatur dalam UU Korporasi, dikeluarkan oleh mantan AASB dan PSASB dari Yayasan Penelitian Australia Akuntansi (AARF) atas nama badan akuntansi profesional, sebelum sampai 2000. Seri asli AASB Standar (AASBs), yang berlaku untuk entitas yang diatur dalam UU Korporasi, juga dikeluarkan oleh mantan AASB, sebelum 2000. Kebanyakan AASs digantikan oleh AASBs untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2005. Pada tanggal 1 Juli 2009, hanya AAS 25 Pelaporan Keuangan oleh Superannuation Rencana masih operasi. Kecuali AAS 25, sejak tahun 1991, semua standar yang dikeluarkan oleh AASB telah diberi label AASB Standar Akuntansi dan berlaku untuk semua jenis entitas.
Berdasarkan Corporations Act 2001 Australia, banyak entitas harus menerapkan Standar Akuntansi Australia ketika menyiapkan laporan keuangan mereka. Beberapa entitas sektor publik wajib menerapkan Standar Akuntansi Australia dengan salah satu undang-undang Persemakmuran, negara bagian atau wilayah, melalui petunjuk khusus untuk pembuat atau pelaporan kerangka kerja yang ditetapkan pedoman atau peraturan.
Anggota CPA Australia , The Institute of Chartered Accountants di Australia dan National Institute Akuntan memiliki kewajiban profesional untuk mengambil semua langkah yang wajar dalam kekuasaan mereka untuk memastikan bahwa entitas dengan yang mereka terlibat sesuai dengan Standar Akuntansi Australia ketika mempersiapkan keuangan mereka untuk tujuan umum laporan.
ADOPTED STANDARDS
Sejak tahun 2002, dilaksanakan AASB arah strategis yang luas dari Australian Financial Pelaporan Council (FRC) untuk mengadopsi Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB) standar untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2005.Pada bulan Juli 2004, AASB mengadopsi sejumlah standar yang berlaku dari tahun 2005, termasuk:
§ Australia Standar Akuntansi yang menggabungkan IASB Standar
§ Lain AASB Standar mendukung Standar Akuntansi Australia yang menggabungkan IASB Standar
§ Lain AASB Standar yang berlaku untuk jenis tertentu entitas
Standar Akuntansi Australia yang menggabungkan IASB Standar meliputi:
§ AASB 1 Pertama-waktu Penerapan Standar Akuntansi Australia, AASB 2 berbasis Pembayaran Share, dll, yang menggabungkan IFRS1-waktu Adopsi Pertama Standar Pelaporan Keuangan Internasional, IFRS 2 berbasis Pembayaran Share, dll, menjadi Standar yang dikeluarkan oleh IASB sejak tahun 2001.
§ AASB 101 Penyajian Laporan Keuangan, AASB 102 Persediaan, dll, yang menggabungkan IAS 1 Penyajian Laporan Keuangan, IAS 2Persediaan, dll, menjadi Standar yang diterbitkan oleh Komite Standar Akuntansi Internasional (IASC), yang merupakan pendahulu IASB.
Untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2005, Standar Akuntansi Australia yang menggabungkan IASB Standar menggantikan rekan-rekan mereka sebelumnya Australia, jika ada. AASB Standar lainnya yang mendukung Standar Akuntansi Australia yang menggabungkan IASB Standar terdiri dari:
§ AASB 1031 Materialitas
§ AASB 1048 Interpretasi dan Aplikasi Standar
Australia saat ini Standar Akuntansi yang ada IASB Standar yang sesuai tetap berlaku di luar 1 Januari 2005, meskipun mereka mungkin diterbitkan kembali di masa depan untuk memperbaruinya dalam rezim yang baru. Ini termasuk:
§ AAS 25 Pelaporan Keuangan oleh Superannuation Rencana
§ Kontribusi AASB 1004, 1039 AASB Laporan Keuangan Ringkas, AASB 1049 Utuh Sektor Pemerintah Umum dan Pelaporan Keuangan Pemerintah, AASB 1050 Produk yang Diperintah, AASB 1051 Tanah Di bawah Jalan dan AASB 1052 Pengungkapan Pemisahan
PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL DI AUSTRALIA
Teks surat bersama yang dikirim pada tanggal 20 Oktober 2003 oleh Bapak Jeffrey Lucy, Wakil Ketua ASIC, dan Bapak Charles Macek, Ketua Dewan untuk Pelaporan Keuangan Ketua Dewan semua perusahaan publik dan 200 perusahaan swasta yang lebih besar. Surat tersebut meminta mereka untuk mengambil minat aktif dalam mempersiapkan awal untuk adopsi untuk diterapkan di Australia standar dari Dewan Standar Akuntansi Internasional.
"Seperti Anda akan sadar, Dewan Standar Akuntansi Australia (AASB) adalah menerapkan kebijakan mengadopsi standar dari Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB) untuk aplikasi di Australia. Perubahan ini mengikuti arah strategis yang luas yang diterbitkan kepada AASB pada bulan Juli 2002 oleh Pelaporan Keuangan Council (FRC) yang merupakan badan pengawas untuk setter standar independen.
‘Standar akuntansi Australia, yang mengikat secara hukum berdasarkan Undang-Undang Perusahaan, maka akan setara dengan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (SAK). Seperti yang diusulkan, semua perusahaan yang diperlukan untuk melaporkan menurut Undang-Undang akan diminta untuk menyiapkan laporan keuangan sesuai dengan AASB setara dengan standar IASB untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2005. Efek dan Investasi Australia Commission (ASIC) akan bertanggung jawab untuk menegakkan kepatuhan terhadap standar baru.
‘Dalam mempertahankan kepentingan pelaporan keuangan berkualitas tinggi oleh perusahaan Australia selama periode transisi, dan untuk mempromosikan perlindungan investor dan kepercayaan pasar, baik FRC dan ASIC mendorong perusahaan papan dan manajemen untuk mempersiapkan awal untuk perubahan. Penerapan standar internasional merupakan isu manajemen strategis dan bukan hanya masalah teknis akuntansi.
‘Dalam banyak kasus, perusahaan perlu strategi changeover menanamkan yang akan mencakup penyelarasan sistem pelaporan internal dengan lingkungan eksternal pelaporan baru dan pengembangan strategi untuk menyiapkan analis dan stakeholder lainnya untuk berpotensi perubahan signifikan terhadap hasil pelaporan keuangan.
‘Sementara banyak dari standar akuntansi AASB yang ada telah diselaraskan dengan standar internasional dan setiap perubahan akan menjadi minimal, perubahan lainnya akan lebih kompleks dan memperkenalkan persyaratan baru besar bagi beberapa perusahaan.Selain itu, implementasi dari inisiatif ini mensyaratkan bahwa informasi keuangan komparatif yang disajikan kembali sesuai dengan standar konvergensi AASB. Untuk perusahaan dengan ujung tahun Desember-, ini akan membutuhkan penerapan standar tersebut, dengan beberapa pengecualian yang terbatas, dalam mempersiapkan neraca pada tanggal 1 Januari 2004 yang akan dibutuhkan untuk menentukan bahwa informasi komparatif. Untuk Juni tahun-akhir ini perlu dilakukan pada 1 Juli 2004.
"Kami menyadari survei terbaru yang dilakukan di Australia tentang tingkat kesadaran perubahan yang akan datang. Sedangkan didorong oleh tingginya tingkat kesadaran dengan petugas keuangan kepala, pengendali keuangan dan akuntan, survei menunjukkan berbagai tingkat kesiapan dalam hal pengetahuan yang terperinci, proses kebutuhan sumber daya, sistem dan implikasi pengumpulan informasi dan analisis dampak keuangan.
‘Hal ini diakui bahwa berurusan dengan beberapa aspek mempersiapkan pernyataan awal posisi keuangan, misalnya pada 1 Januari 2004, mungkin tertunda oleh fakta bahwa tidak semua konvergensi standar akuntansi yang diusulkan telah disetujui dan mungkin tidak sampai April 2004 . Namun demikian, hal ini tidak mencegah pengembangan dan implementasi strategi bisnis untuk mengelola apa yang pada bisnis dan risiko regulasi. Sampai saat ini, AASB akan mengeluarkan "standar yang diusulkan" sehingga teks standar tersedia untuk pihak yang berkepentingan. Tingkat kesiapan perusahaan sangat penting untuk transisi halus dan merupakan risiko utama pada tahun 2005 adopsi.
'Ketika standar-standar akan menjadi hukum, kegagalan untuk merencanakan transisi dan menerapkan strategi bisnis yang efektif untuk memenuhi batas waktu 2005 dapat mengakibatkan perusahaan Anda berada di risiko melanggar persyaratan pelaporan keuangan dariUndang-Undang.
‘Pendekatan proaktif dengan pelaksanaan standar dan menganalisis dampaknya juga akan memfasilitasi proses menjaga investor dan pengguna informasi lengkap hasil. Adalah penting bahwa perusahaan mengungkapkan kepada pemegang saham perbedaan bahan dari saat ini standar akuntansi di Australia yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar baru. Dalam konteks ini pertimbangan juga harus diberikan untuk jika dan ketika dampak pada laporan posisi keuangan dari perusahaan adalah penting seperti bahwa kewajiban pengungkapan terus menerus mungkin timbul. Informasi alam ini akan menjadi penting dalam menunjukkan kepada pemegang saham dan pasar bahwa perusahaan telah mempertimbangkan dampak dan berkomitmen untuk pelaporan keuangan berkualitas dan pengungkapan.
‘Adalah penting karena itu dewan dan komite audit mengambil minat aktif. Kami percaya bahwa perusahaan Anda juga sudah lanjut dalam mengembangkan dan melaksanakan strategi untuk mengatasi hal ini inisiatif penting. "
Ditandatangani
Charles Macek, Ketua, Dewan Pelaporan Keuangan
Jeffrey Lucy, Wakil Ketua, ASIC
TENTANG LAYANAN INFORMASI
Australia GAAP publikasi tahunan yang memberikan gambaran tentang persyaratan utama Standar Akuntansi, Interpretasi dan Framework yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Australia (AASB) yang digunakan untuk menyiapkan laporan keuangan bertujuan umum. Pernyataan ini secara bersama disebut sebagai GAAP, singkatan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Standar akuntansi Australia untuk mencari keuntungan-entitas yang diambil dari Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS), Framework, dan Interpretasi dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB); AASB Standar Akuntansi IASB Compliant. Sebagai AASB memiliki tanggung jawab untuk pelaporan keuangan bertujuan umum dalam waktu yang tidak-untuk entitas-laba di sektor swasta dan publik, standar akuntansi IFRS sumber, juga mengandung persyaratan Australia khusus untuk tidak-untuk entitas nirlaba yang dikembangkan oleh AASB.
Pelaporan keuangan di Australia terdiri atas ribuan halaman pernyataan akuntansi (Standar Akuntansi, Interpretasi, Dasar Kesimpulan, Aplikasi Bimbingan, dan Kerangka), ada juga Korporasi UU, Kelas ASIC Order dan bimbingan, dan ASX Corporate Governance Rekomendasi yang perlu dipertimbangkan. Menjaga up-to-date dengan ini adalah tugas yang menakutkan karena kuantitas belaka bahan yang dikeluarkan, sumber-sumber beragam asal, dan perubahan signifikan mengambil tempat dalam satu tahun. Australia GAAP akan membantu pengguna untuk memahami semua peraturan yang mengatur pelaporan keuangan pada tanggal 1 Januari dengan deskripsi perkembangan keuangan tahun sebelumnya pelaporan.
Pengguna
Australia GAAP telah ditulis untuk membantu pembuat, mereka yang dituduh dengan pemerintahan, auditor, pengguna, regulator, akademisi, dan mahasiswa untuk memahami aturan-aturan yang mengatur penyusunan laporan tujuan umum dan tujuan khusus keuangan. Secara khusus, Australia SAK harus membantu:
· Akuntan dalam perdagangan, pemerintahan, industri dan praktek masyarakat yang membutuhkan referensi siap semua persyaratan utama dari kerangka kerja pelaporan keuangan Australia
· CA dan kandidat program CPA mempelajari modul pelaporan keuangan
· Di bawah lulusan siswa yang membutuhkan wawasan untuk struktur-standar, peraturan lingkungan, dan pernyataan akuntansi
· Mereka yang ingin update pada perkembangan pelaporan keuangan, dan
· Direksi dan lain-lain yang dibebankan oleh tanggung jawab pemerintahan akan menginginkan alat referensi yang komprehensif dan mudah dimengerti untuk pelaporan keuangan.
Struktur
Australia SAK terdiri dari semua persyaratan Standar Akuntansi Australia, Interpretasi, dan Kerangka Kerja; dikategorikan menjadi fitur kunci, aplikasi, pengukuran, dan bagian pengungkapan. Australian GAAP comprises: Australia SAK terdiri dari:
· Bagian 1: Pendahuluan
· Bagian 2: Tujuan Laporan Keuangan Umum
· Bagian 3: Neraca
· Bagian 4: Laporan Laba Rugi
· Bagian 5: Arus Kas
· Bagian 6: Catatan atas Laporan Keuangan
· Bagian 7: Industri dan Kegiatan berbasis Standar Akuntansi
· Bagian 8: UU Korporasi dan ASX
· Bagian 9: Draf Exposure Terpilih, dan
· Bagian 10: Persyaratan Pelaporan ASIC dan Kegiatan Surveillance.
Edisi Sebelumnya
Edisi terakhir diterbitkan Australia GAAP adalah 2005 (lebih dari 650 halaman). Ada sembilan edisi sebelumnya GAAP Australia:
· GAAP Australia 1997 Edisi 1 (Maret 1997)
· GAAP Australia 1998 Edisi 2 (Februari 1998)
· GAAP Australia 1999 Edisi 3 (Februari 1999)
· GAAP 2000 Edisi 4 Australia (Februari 2000)
· GAAP 2001 Australia 5th Edition (Februari 2001)
· GAAP Australia 2002 6 Edition (Februari 2002)
· GAAP Australia 2003 7 Edition (Februari 2003)
· Australia GAAP 2004 Edisi 8 (Maret 2004), dan
· Australia GAAP 2005 9th Edition (Maret 2005).
Edisi Lancar
Edisi 10 untuk pernyataan pada tanggal 1 Januari 2008 saat ini sedang dikembangkan. Bagian dari Australia PSAK akan semakin dirilis sepanjang tahun 2008 melalui login klien khusus untuk berlangganan tahunan.
Produk Lainnya Pelaporan Keuangan dan Jasa
Australia GAAP adalah bagian dari suite terpadu produk pelaporan keuangan (GAAP Alert, e-GAAP Update, dan GaAs Insight) dan jasa (nasihat dan pelatihan disesuaikan) untuk membantu mengelola risiko keuangan Anda pelaporan.
Manfaat
Manfaat dari PABU Australia adalah:
· Berisi publikasi dalam satu keterangan lengkap tentang persyaratan GAAP Australia pada tanggal 1 Januari
· Disajikan dalam cara perwakilan dari laporan keuangan
· Mudah dibaca dan mudah digunakan
· Sebuah biaya sarana yang efektif untuk menjaga PABU Australia di ujung jari Anda
· Ditulis oleh para ahli diakui dalam pelaporan keuangan - Colin Parker, FCA, Kepala PSAK Consulting dan Bruce Porter FCA, Audit dan Teknis Partner di Deloitte. Keduanya merupakan anggota AASB.
DAFTAR PUSTAKA
http://en.wikipedia.org/wiki/Australian_Accounting_Standards_Board
http://www.frc.gov.au/reports/other/letter.asp
Example :
1. If I have enough apples, I will bake an apple pie this afternoon
Fact : I don’t have enough apples. So, I cant bake apple pie this afternoon
2. If he were here right now, he would help us
Fact : He is not here right now. So, he would not help us
3. If they had studied, they would have passed the exam
Fact : They did not study. They failed the exam
Sumber : Understanding And Using English Grammar ( Betty Schrampfer Azar)
In the passive, the object of an active verb becomes the subject of the passive verb.
Example :
1. Tom is going to open the door (Active)
The door is going to be opened by Tom (Passive)
2. Jackie scored the winning goal (Active)
The winning goal was scored by Jackie (Passive)
3. Mary will have helped John (Active)
John will have been helped by Mary (Passive)
Sumber : Understanding And Using English Grammar ( Betty Schrampfer Azar)
In the passive, the object of an active verb becomes the subject of the passive verb.
Example :
1. Tom is going to open the door (Active)
The door is going to be opened by Tom (Passive)
2. Jackie scored the winning goal (Active)
The winning goal was scored by Jackie (Passive)
3. Mary will have helped John (Active)
John will have been helped by Mary (Passive)
Kerangka Konseptual IFRS
Kerangka:
• mendefinisikan tujuan laporan keuangan
• mengidentifikasi karakteristik kualitatif yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna
• mendefinisikan unsur-unsur dasar laporan keuangan dan konsep-konsep untuk mengakui dan mengukur mereka dalam laporan keuangan
• menyediakan konsep pemeliharaan modal
[Framework, ayat 1, selanjutnya disingkat F.1]
Tujuan umum Laporan Keuangan
Tujuan umum laporan keuangan entitas bisnis (baik dalam sektor publik atau swasta) adalah mempersiapkan dan menyajikan laporan keuangan setidaknya setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan informasi umum dari berbagai pengguna di luar entitas. Oleh karena itu, Kerangka ini tidak selalu berlaku untuk tujuan khusus laporan keuangan seperti laporan kepada aparat pajak, laporan kepada badan pengawas pemerintah, prospektus untuk penawaran sekuritas, dan laporan untuk kombinasi bisnis.
Pengguna dan Kebutuhan Informasi
Kelas utama pengguna laporan keuangan adalah investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditur perdagangan lainnya, pelanggan, pemerintah dan badan-badan mereka serta masyarakat umum. Semua pengguna dengan kategori ini bergantung pada laporan keuangan untuk membantu mereka dalam pengambilan keputusan. [F.9]
Kerangka ini juga menyimpulkan bahwa investor adalah penyedia modal risiko kepada entitas sehingga laporan keuangan yang memenuhi kebutuhan mereka juga akan memenuhi sebagian besar kebutuhan untuk pengguna lain. [F.10] Informasi yang berguba untuk semua kelompok-kelompok pengguna ini adalah ketertarikan mereka pada kemampuan dari suatu badan untuk menghasilkan kas dan setara kas serta waktu dan kepastian arus kas masa depan.
The Framework mencatat bahwa laporan keuangan tidak dapat memberikan semua informasi yang pengguna perlukan dalam membuat keputusan ekonomi. Untuk satu hal, laporan keuangan menunjukkan dampak keuangan dari peristiwa dan transaksi masa lalu, sedangkan keputusan sebagian besar pengguna laporan keuangan adalah membuat keputusan yang berhubungan dengan masa depan. Lebih jauh lagi, laporan keuangan hanya memberikan sejumlah non-informasi keuangan yang terbatas yang dibutuhkan oleh pengguna laporan keuangan.
Walaupun semua kebutuhan informasi dari kelompok-kelompok pengguna tersebut tidak dapat dipenuhi, ada kebutuhan informasi yang umum bagi semua pengguna, dan tujuan umum laporan keuangan berfokus pada pemenuhan kebutuhan ini.
Tanggung jawab atas Laporan Keuangan
Manajemen dari sebuah entitas memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan dan menyajikan laporan keuangan entitas tersebut. [F.11]
Tujuan dari Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan suatu entitas yang berguna untuk berbagai pengguna dalam membuat keputusan ekonomi. [F.12-14]
Posisi Keuangan
Posisi keuangan suatu entitas dipengaruhi oleh kontrol sumber daya ekonomi, struktur keuangan, dengan likuiditas dan solvabilitas, dan kapasitas untuk beradaptasi dengan perubahan dalam lingkungan di mana ia beroperasi. [F.16]
Neraca menyajikan informasi semacam ini. [F.19]
Kinerja
Kinerja adalah kemampuan dari suatu badan untuk memperoleh keuntungan dari sumber daya yang telah diinvestasikan ke dalamnya. Informasi tentang jumlah dan variabilitas laba membantu dalam memprediksi arus kas masa depan dari entitas yang ada dalam perkiraan sumber daya dan potensi tambahan arus kas dari sumber daya tambahan yang dapat diinvestasikan dalam entitas. [F.17]
Kerangka ini menyatakan bahwa informasi tentang kinerja terutama diberikan dalam laporan laba rugi. [F.19] IAS 1 menambahkan keempat dasar laporan keuangan, pernyataan yang menunjukkan perubahan ekuitas.
Perubahan dalam Posisi Keuangan
Pengguna laporan keuangan mencari informasi tentang investasi, pembiayaan dan aktivitas operasi bahwa suatu entitas telah beroperasi selama periode pelaporan. Informasi ini membantu dalam menilai seberapa baik entitas mampu menghasilkan kas dan setara kas dan bagaimana menggunakan arus kas tersebut. [F.18]
Pernyataan arus kas memberikan informasi seperti ini. [F.19]
Tambahan catatan dan Jadwal
Laporan keuangan juga berisi catatan dan jadwal tambahan dan informasi lain bahwa (a) menjelaskan item dalam neraca dan laporan pendapatan, (b) mengungkapkan risiko dan ketidakpastian yang mempengaruhi entitas, dan (c) menjelaskan kewajiban setiap sumber daya dan tidak diakui dalam neraca. [F.21]
Asumsi yang mendasari
Kerangka ini menetapkan asumsi-asumsi yang mendasari laporan keuangan:
• Basis Akrual. Transaksi dan peristiwa lain diakui ketika mereka terjadi, bukan pada saat kas atau yang ekuivalen dengan kas diterima atau dibayar, dan mereka dilaporkan dalam laporan keuangan periode yang terkait. [F.22]
• Going Concern. Laporan keuangan menganggap bahwa suatu entitas akan terus beroperasi tanpa batas waktu atau, jika tidak, pengungkapan dan pelaporan dasar yang berbeda diperlukan.[F.23]
Karakteristik kualitatif Laporan Keuangan
Karakteristik ini adalah atribut yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi investor, kreditur, dan lain-lain. Kerangka mengidentifikasi empat karakteristik kualitatif pokok: [F.24]
• Understandability
• Relevansi
• Keandalan
• Keterbandingan
Understandability
Informasi harus disajikan dengan cara yang mudah dipahami oleh pengguna yang memiliki pengetahuan tentang bisnis, kegiatan ekonomi, akuntansi dan yang bersedia untuk mempelajari informasi dengan tekun. [F.25]
Relevansi
Informasi dalam laporan keuangan yang relevan adalah ketika hal tersebut mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna. Yaitu, hal tersebut dapat (a) membantu mereka mengevaluasi masa lalu, sekarang, atau kejadian masa depan yang berkaitan dengan suatu entitas (b) mengkonfirmasi atau mengoreksi masa lalu evaluasi yang telah mereka buat. [F.26-28]
Materialitas adalah komponen relevansi. Informasi adalah material jika kelalaian atau kesalahan pernyataan dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna. [F.29]
Ketepatan waktu adalah komponen lain relevansi. Untuk menjadi berguna, informasi harus diberikan kepada pengguna dalam jangka waktu yang kemungkinan besar dapat mempengaruhi keputusan mereka. [F.43]
Keandalan
Informasi dalam laporan keuangan dapat diandalkan jika hal tersebut bebas dari kesalahan dan bias dan dapat diandalkan oleh pengguna untuk mewakili peristiwa dan transaks.[F. 31-32]
Kadang-kadang ada tradeoff antara relevansi dan keandalan - dan penghakiman diperlukan untuk memberikan keseimbangan yang tepat. [F.45]
Keandalan dipengaruhi oleh penggunaan perkiraan dan ketidakpastian yang terkait dengan item yang diakui dan diukur dalam laporan keuangan. Ketidakpastian ini ditangani dengan, sebagian, dengan pengungkapan dan sebagian, dengan menjalankan prinsip kehati-hatian dalam menyusun laporan keuangan. Kehati-hatian adalah dimasukkannya tingkat kehati-hatian dalam pelaksanaan penilaian yang diperlukan dalam membuat perkiraan yang diperlukan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga aset atau pendapatan tidak dilebih-lebihkan dan kewajiban atau pengeluaran yang tidak sederhana. Namun, kebijaksanaan hanya dapat dilakukan dalam konteks karakteristik kualitatif lainnya dalam Kerangka, terutama relevansi dan representasi setia transaksi dalam laporan keuangan. Kebijaksanaan tidak membenarkan disengaja berlebihan dari kewajiban atau pengeluaran, atau sengaja meremehkan aset atau pendapatan, karena laporan keuangan tidak akan netral dan, karenanya, tidak memiliki kualitas kehandalan. [F.36-37]
Keterbandingan
Pengguna harus dapat membandingkan laporan keuangan dari suatu badan dari waktu ke waktu sehingga mereka dapat mengidentifikasi tren dalam posisi keuangan dan kinerja. Pengguna harus juga dapat membandingkan laporan keuangan entitas yang berbeda. Pengungkapan kebijakan akuntansi yang penting untuk perbandingan. [F.39-42]
Sumber : http://cekmaricek.blogspot.com/2010/02/kerangka-konseptual-ifrs.html
Perkembangan sistem pengungkapan sangat berkaitan dengan perkembangan sistem akuntansi. Standar dan praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, sistem hukum, ikatan politik dan ekonomi, tingkat pembangunan ekonomi, tingkat pendidikan, budaya, dan pengaruh lainnya.
Perbedaan nasional dalam pengungkapan umumnya didorong oleh perbedaan dalam tata kelola perusahaan dan keuangan. Di Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara Anglo Amerika lainnya, pasar ekuitas menyediakan kebanyakan pendanaan yang dibutuhkan perusahaan sehingga menjadi sangat maju. Di pasar-pasar tersebut, kepemilikan cenderung tersebar luas di antara banyak pemegang saham dan perlindungan terhadap investor sangat ditekankan. Investor institusional memainkan peranan yang semakin penting di negara-negara ini, menuntut pengembalian keuangan dan nilai pemegang saham yang meningkat.
Di kebanyakan negara-negara lain (seperti Prancis, Jepang dan beberapa negara pasar yang berkembang), Kepemilikan saham masih masih tetap sangat terkonsentrasi dan bank (dan atau pemilik keluarga) secara tradisional menjadi sumber utama pembiayaan perusahaan. Bank-bank ini, kalangan dalam dan lainnya memperoleh banyak informasi mengenai posisi keuangan dan aktivitas perusahaan.
PENGUNGKAPAN SUKARELA
Beberapa studi menunjukkan bahwa manajer memiliki dorongan untuk mengungkapkan informasi mengenai kinerja perusahaan saat ini dan saat mendatang secara sukarela. Dalam laporan terakhir, Badan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) menjelaskan sebuah proyek FASB mengenai pelaporan bisnis yang mendukung pandangan bahwa perusahaan akan mendapatkan manfaat pasar modal dengan meningkatkan pengungkapan sukarelanya. Laporan ini berisi tentang bagaimana perusahaan dapat menggambarkan dan menjelaskan potensi investasinya kepada para investor.
Sejumlah aturan, seperti aturan akuntansi dan pengungkapan, dan pengesahan oleh pihak ketiga (seperti auditing) dapat memperbaiki berfungsinya pasar. Aturan akuntansi mencoba mengurangi kemampuan manjer dalam mencatat transaksi-transaksi ekonomi dengan carayang tidak mewakili kepentingan terbaik pemegang saham. Aturan pengungkapan menetapkan ketentuan-ketentuan untuk memastikan bahwa para pemegang saham menerima informasi yang tepat waktu, lengkap dan akurat.
KETENTUAN PENGUNGKAPAN WAJIB
Bursa efek dan badan regulator pemerintah umumnya mengharuskan perusahaan perusahaan asing yang mencatatkan saham untuk memberi informasi keuangan dan informasi non keuangan yang sama dengan yang diharuskan kepada perusahaan domestik. Setiap informasi yang diumumkan, yang dibagikan kepada para pemegang saham atau yang dilaporkan kepada badan regulator di pasar domestik. Namun demikian, kebanyakan negara tidak mengawasi atau menegakkan pelaksanaan ketentuan ”kesesuaian pengungkapan antar wilayah (yuridiksi).”
Perlindungan terhadap pemegang saham berbeda antara satu negara dengan negara lain. Negara-negara Anglo Amerika seperti Kanada, Inggris, dan Amerika Serikat memberikan perlindungan kepada pemegang saham yang ditegakkan secara luas dan ketat. Sebaliknya, perlindungan kepada para pemegang saham kurang mendapat perhatian di beberapa negara lain seperti Cina contohnya, yang melarang insider trading (perdagangan yang melibatkan kalangan dalam) sedangkan penegakan hukum yang lemah membuat penegakan aturan ini hampir tidak ada.
PRAKTIK PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN
Aturan pengungkapan sangat berbeda di seluruh dunia dalam beberapa hal seperti laporan arus kas dan perubahan ekuitas, transaksi pihak terkait, pelaporan segmen, nilai wajar aktiva dan kewajiban keuangan dan laba per saham. Pada bagian ini perhatian dipusatkan pada:
1. Pengungkapan informasi yang melihat masa depan“Informasi yang melihat ke masa depan” yang mencakup:
(a) ramalan pendapatan, laba rugi, laba rugi per saham (EPS), pengeluaran modal, dan pos keuangan lainnya
(b) informasi prospektif mengenai kinerja atau posisi ekonomi masa depan yang tidak terlalu pasti bila dibandingkan dengan proyeksi pos, periode fiskal, dan proyeksi jumlah
(c) laporan rencana manajemen dan tujuan operasi di masa depan.
Kebanyakan perusahaan di masing-masing negara menyajikan pengungkapan informasi mengenai rencana dan tujuan manjemen. Sebaliknya lebih sedikit perusahaan yang mengungkapkan ramalan, dari paling rendah dua perusahaan di Jepang dan paling tinggi 31 perusahaan di Amerika Serikat. Kebanyakan ramalan di AS dan Jerman menyangkut pengeluaran modal, bukan laba dan penjualan.
2. Pengungkapan segmen
Permintaan investor dan analis akan informasi mengenai hasil operasi dan keuangan segmen industri tergolong signifikan dan semakin meningkat. Contoh, para analis keuangan di Amerika secara konsisten telah meminta data laporan dalam bentuk disagregat yang jauh lebih detail dari yang ada sekarang. Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) juga membahas pelaporan segmen yang sangat mendetail. Laporan ini membantu para pengguna laporan keuangan untuk memahami secara lebih baik bagaimana bagian-bagian dalam suatu perusahaan berpengaruh terhadap keseluruhan perusahaan.
3. Laporan arus kas dan arus dana
IFRS dan standar akuntansi di Amerika Serikat, Inggris, dan sejumlah besar negara-negara lain mengharuskan penyajian laporan arus kas.
4. Pengungkapan tanggung jawab sosial
Saat ini perusahaan dituntut untuk menunjukkan rasa tanggung jawab kepada sekelompok besar yang disebut sebagai pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) – karyawan, pelanggan, pemasok, pemerintah, kelompok aktivis, dan masyarakat umum.
Informasi mengenai kesejahteraan karyawan telah lama menjadi perhatian bagi organisasi buruh. Bidang permasalahan yang yang menjadi perhatian terkait dengan kondisi kerja, keamanan pekerjaan, kesetaraan dalam kesempatan, keanekaragaman angkatan kerja dan tenaga kerja anak-anak. Pengungkapan karyawan juga diminati oleh para investor karena memberikan masukan berharga mengenai hubungan kerja, biaya, dan produktivitas perusahaan.
5. Pengungkapan khusus bagi para pengguna laporan keuangan non domestik dan atas prinsip akuntansi yang digunakan
Laporan keuangan dapat berisi pengungkapan khusus untuk mengakomodasi para pengguna laporan keuangan nondomestik. Pengungkapan yang dimaksud seperti :
1. ”Penyajian ulang untuk kenyamanan” informasi keuangan ke dalam mata uang nondomestik
2. Penyajian ulang hasil dan posisi keuangan secara terbatas menurut keompok kedua standar akuntansi
3. Satu set lengkap laporan keuangan yang disusun sesuai dengan kelompok kesua standar akuntansi; dan beberapa pembahasan mengenai perbedaan antara prinsip akuntansi yang banyak digunakan dalam laporan keuangan utama dan beberapa set prinsip akuntansi yang lain.
Banyak perusahaan di negara-negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama juga melakukan penerjemahan seluruh laporan tahunan dari bahasa negara asal ke dalam bahasa Inggris. Juga, beberapa perusahaan menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang diterima secara lebih luas daripada standar domestik (khususnya IFRS atau GAAP AS) atau yang sesuai dengan baik standar domestik maupun kelompok kedua prinsip akuntansi.
PENGUNGKAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN
Tata kelola perusahaan berhubungan dengan alat-alat internal yang digunakan untuk menjalankan dan mengendalikan sebuah perusahaan – tanggung jawab, akuntabilitas dan hubungan di antara para pemegang saham, anggota dewan dan para manajer yang dirancang untuk mencapai tujuan perusahaan. Masalah-masalah tata kelola perusahaan antara lain meliputi hak dan perlakuan kepada pemegang saham, tanggung jawab dewan, pengungkapan dan transparansi dan peranan pihak-pihak yang berkepentingan. Praktik tata kelola perusahaan semakin mendapat perhatian dari para regulator, investor dan analis.
PENGUNGKAPAN DAN PELAPORAN BISNIS MELALUI INTERN
World Wide Web semakin banyak digunakan sebagai saluran penyebaran informasi, dimana media cetak sekarang memainkan peranan sekunder. Bahasa Pelaporan Usaha (Extensible Business Reporting Language – XBRL) merupakan tahap awal revolusi pelaporan keuangan. Bahasa komputer ini dibangung ke dalam hampir seluruh software untuk pelaporan akuntansi dan keuangan yang akan dikeluarkan di masa depan, dan kebanyakan pengguna tidak perlu lagi mempelajari bagaimana mengolahnya sehingga secara langsung dapat menikmati manfaatnya.
PENGUNGKAPAN LAPORAN TAHUNAN DI NEGARA-NEGARA PASAR BERKEMBANG
Pengungkapan laporan tahunan perusahaan di negara-negara pasar berkembang secara umum kurang ekstensif dan kurang kredibel dibandingkan dengan pelaporan perusahaan di negara-negara maju. Sebagai contoh, pengungkapan yang tidak cukup dan yang menyesatkan dan perlindungan konsumen yang terabaikan disebut-sebut sebagai penyebab krisis keuangan Asia Timur di tahun 1997.
Tingkat pengungkapan yang rendah di negara-negara pasar berkembang tersebut konsisten dengan sistem tata kelola perusahaan dan keuangan di negara-negara itu. Pasar ekuitas tidak terlalu berkembang, bank dan pihak internal seperti kelompok keluarga menyalurkan kebanyakan kebutuhan pendanaa dan secara umum tidak terlalu banyak adanya kebutuhan akan pengungkapan publik yang kredibel dan tepat waktu, bila dibandingkan dengan perekonomian yang lebih maju.
Namun demikian, permintaan investor atas informasi mengenai perusahaan yang tepat waktu dan kredibel di Negara-negara pasar berkembang semakin banyak regulator memberikan respons terhadap permintaan ini dengan membuat ketentuan pengungkapan yang lebih ketat dan meningkatkan upaya-upaya pengawasan dan penegakan aturan.
IMPLIKASI BAGI PARA PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN DAN PARA MANAJER
Para manajer dari banyak perusahaan terus-menerus sangat dipengaruhi oleh biaya pengungkapan informasi yang bersifat wajib, tingkat pengungkapan wajib maupun sukarela semakin meningkat di seluruh dunia. Manajer di negara-negara yang secara tradisional memiliki pengungkapan rendah harus mempertimbangkan apakah menerapkan kebijakan peningkatan pengungkapan dapat memberikan manfaat dalam jumlah yang signifikan bagi perusahaan mereka. Lagipula, para manajer yang memutuskan untuk memberikan pengungkapan yang lebih banyak dalam bidang-bidang yang dipandang penting oleh para investor dan analis keuangan, seperti pengungkapan segmen dan rekonsiliasi, dapat memperoleh keunggulan kompetitif dari perusahaan lain yang memiliki kebijakan pengungkapan yang ketat.
